Pengukuhan DPP MPPI dan Pelepasan Varietas Padi Inpari 42-43 Agritan GSR

Ketua Umum MPPI (Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia) Herman Khaeron telah Pengukuhan sebanyak 73 Dewan Pengurus Pusat periode 2017-2022 pada Senin 21 Agustus 2017 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian. Dalam acara pengukuhan tersebut turut hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

MPPI  beranggotakan pelaku usaha hingga petani diantaranya, Asosiasi Bunga Indonesia, Asosiasi Perbenihan Indonesia, Masyarakat Pertanian Organik Indonesia, Kontak Tani Nelayan Andalan, Perhimpunan Hortikultura Indonesia, merupakan wadah konsolidasi bagi para birokrat, pelaku usaha dan seluruh stake holder yang berhubungan dengan industri perbenihan dan pembibitan untuk membantu meningkatkan benih dan bibit nasional. Tema yang diusung pada pengukuhan kali ini adalah “Peran strategis MPPI dalam pengembangan teknologi perbenihan dan perbibitan nasional”, dikarenakan MPPI memiliki peranan yang penting bagi pertanian di Indonesia. Sedangkan misinya adalah mendorong riset perbenihan nasional agar benih induk (parent seed) komoditas tertentu dapat dihasilkan dari dalam negeri.

Dalam pemaparannya Ketua Umum MPPI menyampaikan kondisi industri benih tanaman pangan dalam kurun waktu 2009-2015 adalah sebagai berikut: (1) Rata-rata kebutuhan benih tanaman Padi, sebanyak 344.858 ton (untuk luas tanam 13.79 juta ha) dan penyerapan benih bersertifikat hanya sebesar 188.728 ton atau 57.73%, (2) Rata-rata kebutuhan benih tanaman Jagung, sebanyak 73.662 ton (untuk luas tanam 4.09 juta ha) dan penyerapan benih bersertifikat hanya sebesar 43.46 ton atau 58.66% dan  (3) Rata-rata kebutuhan benih tanaman Kedele, sebanyak 31.64ton (untuk luas tanam 0.76 juta ha) dan penyerapan benih bersertifikat hanya sebesar 16.12 ton atau 50.67%.

Kemudian Menteri Pertanian dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mencegah impor benih dan bibit berkelanjutan maka mengajak masyarakat untuk terlibat dalam mengembangkan benih unggul tanaman pangan. Karena bibit/benih unggul dapat mendukung target pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional.

Pada acara pengukuhan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian M Syakir  melepas dua varietas baru padi  yaitu Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR yang memiliki daya hasil tinggi dengan produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare. Kedua varietas tersebut di belakangnya diberi nama  GSR kepanjangan dari Green Super Rice dikarenakan kedua varietas tersebut lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air. Kelebihan dari kedua varietas baru hasil Balitbangtan tersebut adalah lebih tahan wereng, rendaman dan kekeringan. Ketahanan kedua varietas terhadap wereng telah teruji pada ledakan wereng cokelat tahun ini di Karawang, Indramayu, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. Kedua Varietas tersebut berumur genjah lebih cepat panen 3-5 hari dari varietas Ciherang, rendemen beras tinggi lebih dari 65 persen serta bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga terhindar dari serangan burung.

Pada acara tersebut Balitbangtan juga menghadirkan Gelar Expo Pengembangan Inovasi Teknologi Perbenihan untuk lebih memasyarakatkan berbagai benih dan bibit yang telah dihasilkan, dan berbagai produk inovasi teknologi lainnya.

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar