Tantangan Kerja dari Mentan untuk Dua Profesor Riset Puslitbangtan

Pengukuhan dua peneliti Puslitbang Tanaman Pangan menjadi Prof. Riset pada 14 Agustus 2017 di Auditorium Sadikin Cimanggu Bogor. Kedua peneliti Puslitbangtan tersebut yaitu Dr. Didik Harnowo dengan topik orasi “Inovasi Teknologi Benih Kedelai untuk Memacu Pengembangan Industri Hilir Perbenihan” dan Dr. I Nyoman Widiarta dengan topik orasi “Refomulasi Paket Pengendalian Penyakit Tungro Terpadu pada Tanaman Padi  dalam Era Revolusi Hijau Lestari”.

Namun pada pengukuhan Prof. Riset kali sangat berbeda dengan pengukuhan orasi sebelumnya, dikarenakan kedua Prof. Riset  tersebut langsung mendapatkan tantangan dan penugasan dari Menteri Pertanian.

Tantangan untuk Prof. Didik Harnowo adalah memetakan upaya pengembangan industri hilir perbenihan kedelai, yang dapat menjamin ketersediaan dan keberlanjutan benih kedelai bermutu ditingkat petani, sekaligus membangun kelembagaannya yang dapat menjaga upaya stablitas produksi di tingkat petani. Kedepan, hasilnya menjadi acuan Ditjen Tanaman Pangan untuk upaya swasembada kedelai.

Sedangkan untuk Prof. I Nyoman Widiarta adalah mengawal penerapan P2T2RL skala luas, pada areal yang akhir-akhir ini mengalami outbreak seperti penyakit kerdil, rumput atau kerdil hampa yang ditularkan wereng coklat serta juga menyusun road map bagi penerapan P2T2RL dalam pengembangan desa mandiri benih padi, agar petani mampu memproduksi benih bermutu yang tahan virus.

Mentan berharap semua kinerja capaian yang dilakukan agar terekspose ke semua media. Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat memahami capaian para peneliti Kementerian Pertanian.Mentan juga berharap dengan dikukuhkannya peneliti menjadi Professor dapat menjadi Pembina dan motivator bagi peneliti muda untuk capaian inovasi baru teknologi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar