Prospek Bio-Industri Talas

Agribisnis adalah semua kegiatan yang berkecimpung dalam industri dan distribusi alat maupun bahan untuk pertanian, kegiatan produksi talas, pengolahan, penyimpanan dan distribusi talas serta produk yang dihasilkan. Bio-industri adalah sistem pertanian yang mengelola dan pemanfaatan secara optimal seluruh sumber daya hayati termasuk biomasa dan/atau limbah organik pertanian, bagi kesejahteraan masyarakat dalam suatu ekosistem secara harmonis. Bioindustri-Talas adalah agroindustri hulu dan hilir dalam sistem agribisnis terintegrasi berbasis tanaman talas.

Indonesia merupakan negara produsen talas, sebagai makanan pokok pengganti beras di Mentawai (Propinsi Sumatra Barat) dan Sorong (Propinsi Papua Barat). Talas  yang dikenal di Indonesia adalah talas dengan spesies Colocasia esculenta dan spesies Colocasia gigantea. Jumlah produksi talas di Indonesia belum tercatat secara tingkat nasional.

Bogor yang merupakan sentra produksi talas, dan mampu memproduksi lebih dari 57 ribu ton per tahun. Jepang juga merupakan negara produsen talas dengan kemampuan lebih dari 150 ribu ton per tahun. Talas Jepang (satoimo)  merupakan salah satu dari 125 variasi dari spesies Colocasia esculenta yang ada di dunia. Bibit talas Jepang (satoimo) sudah masuk ke Indonesia. Pada tahun 2006, Indonesia pernah mengekspor talas Jepang sebanyak 25 ton ke Jepang (namun tidak tercatat oleh Trade Satistics of Japan dari 2007-2012) (Kementerian Perdagangan RI 2013).

Penduduk jepang kurang lebih 120 juta, hampir setengahnya mengkonsumsi talas satoimo,  rata-rata 100 gram per orang/hari. Berat umbi talas satoimo rata-rata 30 gram/umbi. Diperkirakan konsumsi talas tiga umbi/hari/orang, atau 6.000 ton/hari atau sama dengan 2.160.000 ton/tahun. Lebih dari setengahnya dipasok dari Cina, sisanya terbuka untuk dimasuk negara lain,  termasuk Indonesia. Talas satoimo asal Indonesia  dilaporkan lebih kenyal dan enak, sehingga prospek usahatani talas jepang/satoimo akan memberikan harapan baik.

Hingga dewasa ini,  baru tersedia satu varietas unggul talas yang secara resmi dilepas oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas (TP2V), yaitu Talas lokal Hulu Sungai Utara (dilepas tahun 2001). Padahal agribisnis talas sudah lebih maju, seperti kripik dan getuk talas. Talas yang sangat terkenal di Bogor, disebut dengan talas Bogor, dan dijual dipingir jalan sekitar Kebun Raya Bogor, pasar Anyar dan Pasar Bogor.

Tersedianya varietas talas akan memicu dan memacu agribisnis talas, terutama untuk varietas yang dilepas oleh TP2V. Untuk varietas introduksi disyaratkan adanya izin pemulia komoditas yang bersangkutan sehubungan dengan PVT (Perlindungan Varietas Tanaman) yang pada akhirnya akan menambah kesejahteraan petani talas.

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Disajikan oleh Astanto Kasno pada seminar rutin Puslitbangtan tanggal 13 Maret 2014)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar