Meningkatkan Produksi Kedelai melalui Bimtek di Grobogan

Puslitbang Tanaman Pangan bekerjasama dengan BPTP Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Inovasi Teknologi Kedelai Balitbangtan bagi Penyuluh/Petani di Hotel Front One, Purwodadi (24/11). Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan rangkaian kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Kedelai Badan Litbang Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2021 dengan lokus kegiatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Peneliti dan Penyuluh Lingkup Badan Litbang Pertanian, Penyuluh Pertanian di Kabupaten Grobogan, serta petani kedelai kooperator pada kegiatan RPIK Kedelai Badan Litbang Pertanian dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Dr. Sunanto, yang hadir membuka kegiatan Bimbingan Teknis tersebut menyebutkan bahwa pertanian merupakan sumber utama pendapatan masyarakat Kabupaten Grobogan. Hal ini diketahui dari besarnya kontribusi Kabupaten Grobogan pada produksi pertanian di Provinsi Jawa Tengah, khususnya untuk komoditas jagung dan kedelai. “Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Pertanian akan tetap fokus untuk meningkatkan luas pertanaman kedelai dengan target sebanyak 25.000 Ha pada tahun 2022”, papar Sunanto.

Target pemerintah daerah tersebut disambut baik oleh BPTP Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Kepala Sub-Bagian Tata Usaha BPTP Jawa Tengah, Suroto, SE, menyambut baik target Pemerintah Kabupaten Grobogan dan akan mendukung pencapaian target tersebut. “Dukungan dari BPTP Jawa Tengah untuk memacu produksi kedelai di tingkat petani diantaranya melalui penggunaan benih varietas unggul maupun pengelolaan teknologi terpadi. “Harapannya melalui bimtek ini, para petani dan penyuluh dapat menerapkan inovasi teknologi kedelai Balitbangtan di lokasinya agar mampu meningkatkan produksi”, imbuhnya.

Kepala Puslitbang Tanaman Pangan yang diwakili oleh Koordinator Program dan Evaluasi Puslitbangtan, Dr. Yudhistira Nugraha, juga menyebutkan bahwa kedelai merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang saat ini kebutuhannya masih didominasi oleh produk impor. “Kita saat ini menyadari bahwa produksi kedelai belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, oleh karena itu upaya peningkatan produksi kedelai nasional melalui penggunaan inovasi teknologi hasil rakitan Badan Litbang Pertanian terus dilakukan”, tutur Yudhistira.

Pada tahun 2021, Badan Litbang Pertanian melakukan penderasan penggunaan inovasi teknologi untuk peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melalui kegiatan RPIK Kedelai. Pada kegiatan RPIK Kedelai, beberapa teknologi yang diperkenalkan diantaranya adalah kaji terap teknologi pertanaman secara tugal oleh BPTP Jawa Tengah, penggunaan veromon untuk menekan hama kedelai oleh BB Biogen, rekayasa alat mekanisasi pertanian untuk mempermudah pertanaman oleh BB Mekanisasi Pertanian dan penggunaan teknologi formulasi nano coating benih kedelai untuk menambah masa simpan benih kedelai oleh BB Pascapanen. Kegiatan tersebut terlaksana dibawah koordinasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (RPR/YN/RTPH).

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar