Majalengka Panen Raya VUB Jagung Hibrida Balitbangtan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan bersama kelompok tani di Kabupaten Majalengka melaksanakan panen jagung hibrida varietas JH 37 di lokasi Demfarm dan superimpose. Kegiatan dilakukan di Desa Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan panen dimulai pada akhir bulan Oktober 2021 sampai awal bulan November 2021. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari kegiatan PRN Jagung yang telah dimulai sejak Juli 2021.

Melalui kegiatan ini, Puslitbangtan juga memperkenalkan varietas unggul asal Balitbangtan yaitu JH 37. Jagung hibrida JH 37 merupakan jagung berumur sedang dengan umur panen 99 hari setelah tanam. Selain itu, jagung hibrida JH 37 memiliki beberapa keunggulan, yaitu efisien dalam penggunaan pupuk, sangat tahan penyakit bulai Peronosclerospora philippinensis, agak tahan terhadap penyakit bulai Peronosclerospora maydis, tahan terhadap penyakit karat daun Puccinia sorghi dan hawar daun dataran rendah Helminthosporium maydis. Jagung hibrida JH 37 ini cukup adaptif pada kondisi N rendah dan agak toleran terhadap cekaman kekeringan, serta cocok ditanam pada lahan dataran rendah.

Demfarm ini merupakan bagian dari Riset Pengembangan Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Pertumbuhan Produktivitas Jagung.  Dalam kegiatan ini, Puslitbangtan memberikan bantuan berupa benih jagung hibrida dan pupuk sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak dari pandemi Covid-19. “Kelompok tani Jatikersa, Margamukti, & Buyut sangat senang dan antusias terhadap program PRN jagung ini karena wawasan petani bertambah luas terkait varietas unggul Balitbangtan dan teknologi baru dalam budidaya jagung untuk meningkatkan priduktivitas”, ujar drh. Kresna Nurdin selaku PPL di Desa Cicurug, Kabupaten Majalengka. Melalui kegiatan ini diharapkan petani dapat melihat secara langsung terkait keunggulan JH-37 sehingga permasalahan budi daya jagung yang dihadapi petani selama ini dapat teratasi.

Ketua Kelompok Tani Jatikersa yang sekaligus Ketua Gapoktan, Momon Sukirman, mengatakan bahwa program ini memberi dampak positif dan mendorong semangat petani untuk membudidayakan tanaman jagung untuk musim berikutnya. Menurutnya, paket teknologi PTT Balitbangtan dan pendampingan intensif dari Puslitbangtan selama beberapa bulan ini sangat bermanfaat bagi petani Jatikersa, Margamukti, dan Buyut khususnya dalam peningkatan hasil jagung. “Kami telah mencoba menanam varietas jagung hibrida JH 37 rakitan Balitbangtan, hasilnya varietas JH 37 tahan terhadap penyakit bulai dan umur panen lebih genjah. Hal ini menjadi daya bagi petani untuk menanam jagung varietas JH 37”, tuturnya.

Puslitbangtan terus berupaya dalam percepatan adopsi VUB jagung dan paket teknologi PTT Balitbangtan melalui diseminasi kepada petani. Melalui kegiatan ini diharapkan petani tidak lagi mengalami kendala dalam budi daya jagung. (ODP)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar