Antisipasi Puso Akibat Banjir, Balitbangtan Hadirkan Benih VUB Padi di Kalbar

Badan Litbang Pertanian, melalui Puslitbang Tanaman Pangan dan BPTP Kalimantan Barat menyerahkan bantuan benih VUB Padi di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (18/11). Bantuan benih tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat dan diserahkan secara simbolis kepada para Kepala Dinas Pertanian Kota/Kabupaten se-Kalimantan Barat, terutama bagi wilayah terdampak banjir. Hadir pada kegiatan serah terima benih bantuan tersebut di antaranya Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Kepala BPTP Kalimantan Barat, serta Kepala Dinas Kota/Kabupaten se-Provinsi Kalimantan Barat.

Pada kesempatan ini, Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH, M.Hum, menyampaikan terima kasih kepada Badan Litbang Pertanian atas bantuan benihnya. Ia mengatakan bantuan benih ini sangat bermanfaat dalam menjaga produksi padi di Kalimantan Barat, terlebih setelah beberapa kabupaten sentra produksi tergenang banjir. “Benih bantuan tersebut akan digunakan sebagai salah satu strategi dalam menjaga stok pangan di Kalimantan Barat. Melalui Dinas Pertanian di masing-masing kabupaten, benih tersebut akan dikembangkan. Kita berharap dengan adanya benih berkualitas dan adaptif ini, produktivitas padi di Kalimantan Barat dapat meningkat dan terhindar dari puso,” tuturnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Priatna Sasmita, mengemukakan bahwa pemberian bantuan benih VUB padi lebih dari 40 ton tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Kalimantan Barat. Lebih lanjut,  penanggung jawab Program Strategis Kementerian Pertanian di Kalimantan Barat itu menyebutkan bahwa benih VUB padi Badan Litbang Pertanian merupakan benih unggul yang memiliki tingkat ketahanan terhadap penyakit serta adaptif terhadap berbagai cekaman agroekosistem, salah satunya banjir.

“Kami mengharapkan bantuan benih ini dapat diberikan dan ditanam oleh para petani, khususnya pada lahan pertanian yang terdampak banjir sehingga dapat mengantisipasi terjadinya puso,” ungkap Priatna.

Bantuan benih ini juga merupakan upaya diseminasi teknologi unggul milik Badan Litbang Pertanian ke petani pengguna. Belum masifnya penggunaan benih bersertifikat diduga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas padi di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, Badan Litbang Pertanian memberikan benih sumber bersertifikat pada bantuan kali ini. “Bantuan benih yang diberikan merupakan benih bersertifikat sekaligus benih sumber. Untuk itu, diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pada musim tanam kali ini, akan tetapi juga para petani dibantu oleh Dinas Pertanian di masing-masing kota/kabupaten dapat menggunakannya untuk dua sampai dengan tiga kali pertanaman ke depan. Sehingga kontinuitas penggunaan benih bersertifikat dapat terjaga,” ujar Priatna menambahkan.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Florentinus Anum, M.Si, menurutnya benih bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani Kalimantan Barat khususnya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional yang masih rendah. Selain itu, benih bantuan akan digunakan sebagai upaya antisipasi puso bagi lahan pertanian yang tergenang banjir. “Saat ini terdapat kurang lebih 1.900 Ha lahan pertanian yang terdampak banjir. Sehingga, bantuan benih yang diberikan Badan Litbang Pertanian akan difokuskan pada lokasi yang terdampak banjir karena daya adaptasi benih sangat baik dari terhadap cekaman agroekosistem,” katanya menjelaskan.

Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan bahwa benih bantuan lebih dari 40 ton tersebut terdiri dari berbagai VUB Badan Litbang Pertanian yang diproduksi oleh UPBS BPTP Kalimantan Barat. Beberapa di antaranya adalah Inpari 36 Lanrang, Inpari 37 Lanrang, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 46 GSR, Inpari IR Nutri Zinc dan Inpari 48 Blas. Bantuan benih tersebut tidak hanya diberikan pada kota/kabupaten terdampak banjir, tetapi juga ke seluruh kota/kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, sehingga benih sebar bersertifikat dari Badan Litbang Pertanian dapat terdistribusi lebih merata. (RPR/YN/HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar