Panen Raya Perdana VUB Produktivitas Tinggi di Ciparay, Bandung

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) melaksanakan Panen Raya Perdana VUB padi produktivitas tinggi dan temu lapang di lahan garapan Gapoktan Rahayu, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (30/9).

Hadir pada acara tersebut Kepala BPTP Jawa Barat, Koordinator Program dan Evaluasi Puslitbangtan, Koordinator Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian BB Padi, Danramil 2408 Ciparay Baleendah, Kapolsek Ciparay, Kepala Desa Ciheulang, penyuluh pertanian serta para kelompok tani dari Desa Ciheulang.

Dalam sambutannya Kepala Puslitbangtan yang diwakilkan oleh Kepala BPTP Jawa Barat, Dr. Yiyi Sulaeman SP. MS.c menyampaikan bahwa Balitbangtan, Kementerian Pertanian melaksanakan demfarm seluas 25 ha di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Demfarm ini sengaja dilakukan tidak lain untuk memperkenalkan beberapa         varietas baru yang produktivitasnya tinggi kepada petani.

“ada 4 varietas yang ditampilkan di lokasi demfarm di antaranya varietas padi Mantap, Inpari 47, Inpari 48 dan Inpari Digdaya, ke semua varietas tersebut potensi hasilnya di atas 10 ton/ha” ujar Yiyi.

Selanjutnya, mantan Kepala Balittra itu juga menambahkan bahwa di lokasi ini juga dilakukan superimpose yang tujuannya untuk membandingkan antara budidaya petani dengan teknologi yang dikembangkan oleh Balitbangtan, Kementerian Pertanian. Selain itu, di lokasi demfarm ini juga dilakukan perbenihan seluas 2 ha untuk dikembangkan lebih lanjut oleh petani.

“selain demfarm juga dilakukan superimpose untuk mengetahui hasil yang biasa dilakukan oleh petani dan hasilnya ke 4 varietas tersebut berdasarkan ubinan 10-11 ton GKP/ha dan bagi petani yang akan mengembangkan benihnya sudah tersedia seluas 2 ha” ujarya

Lebih lanjut, Yiyi juga menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama bergandengan tangan membina masyarakat agar dapat meningkatkan pendapatan serta memanfaatkan lahan lebih optimal.

“Mari kita kerjasama, menyiapkan pangan untuk desa kita, sehingga petani kita lebih mandiri dalam produksi dan pembibitan bisa dimanfaatkan secara optimal,” harapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Desa Ciheulang, Rubby Nur habibi menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan temu lapang dan panen raya perdana  ini. Mulai dari Kementerian Pertanian melalui BPTP Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung hingga Muspika kecamatan Ciparay. “Ke depan pihaknya akan memperbaiki masalah pertanian terutama masalah air. Karena sumber daya air maupun pola tanam merupakan faktor-faktor penunjang keberhasilan pertanian sehingga hasil produksi dapat meningkat secara signifikan,” katanya.

 Sebagai informasi bahwa varietas padi Mantap merupakan padi hasil persilangan Bio 12 dengan RHS412-1CX-20X-02H, memiliki potensi hasil hingga 9,1 ton/ha dengan rata-rata produksi mencapai 7,2 ton/ha dan umur berkisar 116 hari setelah semai. Mantap sendiri merupakan akronim dari Idaman Petani Padi. Melalui penamaan ini, diharapkan varietas ini bisa menjadi idaman para petani padi karena produksinya yang tinggi. (YDT/AWT/IS/HRY/Uje)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar