Walikota Tomohon Panen dan Tanam Jagung Hibrida Inovasi Balitbangtan

Tomohon - Walikota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. panen jagung hibrida program kegiatan hilirisasi inovasi jagung hibrida Balitbangtan seluas 5 ha di Desa Matani 2, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (2/10).

Pada acara tersebut turut hadir Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Dinas Pertanian Kota Tomohon, Kepala Dinas Pertanian Minahasa, Profesor Yunus Musa dari Universitas Hasanuddin, Profesor Wenny Tilaar dari Universitas Sam Ratulangi, Kepala Balit Palma, Kepala BPSB Provinsi Sulawesi Utara, Kapolres Kota Tomohon serta kelompok tani di wilayah Kota Tomohon.

Walikota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian bahwa daerah yang dipimpinannya telah dijadikan wilayah pengembangan jagung hibrida varietas unggulan Balitbangtan.

“Kegiatan pengembangan jagung ini menjadi kebanggaan kami semua di Kota Tomohon. Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dalam hal ini Balitsereal yang telah memberikan kesempatan kepada petani untuk mengembangkan benih jagung varietas unggulan ini,” ujar Carrol.

Lebih lanjut, Carrol juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara atas dukungannya kepada para petani di Kota Tomohon untuk terus mengembangkan jagung unggulan ini dengan memanfaatkan KUR.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara atas dukungannya kepada para petani dalam pengembangan jagung unggulan ini agar memanfaatkan KUR yang kini masih banyak tersedia," ucapnya

Senada dengan Walikota Tomohon, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nofly Wowiling menjelaskan perihal dana KUR yang belum termanfaatkan oleh petani. Menurutnya, saat ini serapan KUR masih rendah. Karenanya, Nofly mengimbau Dinas-Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Utara agar membantu petani-petani yang kesulitan dalam administrasinya untuk menerima bantuan KUR.

“Untuk mendapatkan bantuan dana KUR banyak petani yang kesulitan dalam melengkapi administrasi. Ini yang menjadi faktor dana KUR serapannya sangat rendah. Saat ini, baru terserap 300 miliar dan masih tersisa 1,7 Triliun,” jelasnya

Sementara itu, Muhamad Azrai selaku Kepala Balitsereal dalam laporannya menyampaikan bahwa telah ditanam berbagai macam varietas jagung hibrida unggulan hasil inovasi Balitbangtan di dua lokasi di Provinsi Sulawesi Utara. Salah satunya di Kota Tomohon seluas 5 ha dengan varietas Bima 9, Bima 14, HJ 21, JH 27, NASA 29, JH 29, JH 36 dan JH 37.

“Kegiatan hilirisasi ini telah ditanam berbagai macam varietas jagung hibrida hasil inovasi Balitbangtan yang luasnya 10 ha di Provinsi Sulawesi Utara, diharapkan petani dapat memilih varietas yang mereka sukai untuk dikembangkan lebih lanjut di provinsi Sulawesi Utara," ujar Azrai

Lebih jauh, ia mengutarakan bahwa ada sekitar 8,5 ha jagung hibrida yang ditanam di Sulawesi Utara untuk dijadikan benih. Benih ini akan dibagikan kepada para petani sebagai upaya untuk mendukung langkah pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional

“Benih jagung hibrida ini tidak akan kami bawa pulang ke Makassar. Benih akan kami serahkan kepada para petani di Provinsi Su CTlawesi Utara untuk dikembangkan lebih lanjut, sehingga kelak nanti bisa terbantu perekonomian petani dan nilai tukar petani semakin meningkat, ” tandasnya lagi

Selain di wilayah Sulawesi Utara, Balitsereal sebagai lembaga penelitian jagung dan serealia lainnya juga memiliki kegiatan serupa di wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. (Uje/hry)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar