Partisipasi Aktif Puslitbangtan dalam Mendukung Gerakan P4GN

Ancaman bahaya narkotika, psikotropika dan bahan additive lainnya (Narkoba) sudah sangat serius bagi stabilitas bangsa. Indonesia termasuk negara dengan tingkat kerawanan tinggi terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau dengan kata lain Indonesia termasuk kategori “Daruat Narkotika”. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan tentunya, berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan masalah kemanusiaan dan membawa dampak kerusakan multi-dimensional. Kondisi darurat yang memperihatinkan ini juga terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan hampir tidak ada wilayah yang bersih dari kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya pemerintah dalam mengatasi kondisi darurat tersebut menerbitkan peraturan berupa Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2020-2024.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dalam mendukung gerakan tersebut, melaksanakan sosialisasi RAN P4GN terhadap seluruh pegawainya. Tidak hanya pimpinan, seluruh pegawai Puslitbangtan harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, baik dilingkungan kerja maupun di lingkungan tinggal masing-masing pegawai. Seluruh entitas Puslitbangtan harus paham betul akan dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika serta ancamannya jika terlibat langsung dalam peredaran gelap narkotika. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Puslitbang Tanaman Pangan Dra. Siti Nurjayanti, MSc. saat memberikan pengantar pada Sosialisasi RAN P4GN Tahun 2021 di Puslitbang Tanaman Pangan pada Jumat 24 September lalu. 

Lebih lanjut Ibu Nur panggilan akrab Ka TU, menyampaikan bahaya narkoba mengintai semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari masyarakat jelata hingga pejabat di negeri ini. Puslitbangtan sangat konsen dengan hal ini dan akan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) P4GN di lingkup Puslitbangtan. Tugas satgas tersebut antara lain melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba dan penyebaran informasi tentang P4GN, mengkoordinasikan UK/UPT lingkup Puslitbangtan dan tugas-tugas lain yang terkait dengan upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkotika. Puslitbangtan tidak akan segan untuk memproses jika pegawainya terlibat langsung dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, tim penyuluh dari BNN Kabupaten Bogor, ibu Widiawati, SKM dalam paparannya menjelaskan secara gamblang mulai dari pengenalan narkotika secara umum, pengertian, penggolongan, mengapa sampai terjadinya penyalahgunaan, dan ancaman hukumannya jika terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika. Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan jenis-jenis narkoba berdasarkan efeknya. Seperti Ganja, heroin. Methamphetamine, inhalant, halusinogen, depresan, dan stimulant. Lebih detil dijelaskan dampak negative dari penyalahgunaan Narkoba diantaranya: dampak sosial di keluarga berpengaruh pada disharmonni keluarga, di sekolah berdampak pada kedisiplinan siswa serta mudah terjadinya tindakan peer pressure diantara siswa, sementara dampak negative terhadap sosial kemasyarakatan diantaranya meningkatnya peredaran narkoba, kriminalitas, dan kecelakaan lalu lintas. (EP/HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar