Bersama DPR-RI, Balitbangtan Percepat Hilirisasi VUB Jagung Hibrida di Bireun dan Aceh Utara

Dalam rangka percepatan diseminasi teknologi dan inovasi tanaman pangan, Puslitbang Tanaman Pangan bekerja sama dengan Komisi 4 DPR RI menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) “Budidaya Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian” di Kabupaten Bireun (18/9) dan Kabupaten Aceh Utara (19-20/9). Kegiatan yang dilaksanakan dengan tetap mengikuti prosedur kesehatan covid-19 ini diikuti oleh sekitar 100 petani milenial pada setiap lokasi yang mayoritas petani jagung.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. TA Khalid, MM secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Badan Litbang Pertanian atas terlaksananya kegiatan kolaboratif ini. “Saya berharap melalui kegiatan bimbingan teknis ini menjadi ajang koordinasi dan sinergitas segenap pihak, antara kelompok tani dengan Dinas Pertanian sehingga nantinya bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan langsung oleh petani. Lebih lanjut, Khalid berharap kegiatan serupa dapat diperbanyak di tingkat Kecamatan, mengingat kesepakatan antara DPR-RI dan Kementan akan terus berupaya mendukung pengembangan tanaman pangan, khususnya jagung hibrida di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Hal senada diungkapkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Irwan SP., M.Sc, ia  mengemukakan bahwa sekitar 70% masyarakat Bireuen memiliki mata pencaharian dari sektor pertanian. Bireun juga merupakan sentra jagung di Aceh, dengan luas pertanaman mencapai 10.000 ha. Lebih jauh, Irwan menyatakan bahwa bimtek yang dilakukan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan petani Bireun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas jagung dengan memakai benih VUB Balitbangtan.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si menyampaikan bahwa Pemerintah senantiasa berkomitmen untuk melakukan upaya swasembada pangan. Hal ini dilakukan sebagai pijakan untuk mewujudkan kemandirian pangan. Untuk itu, langkah pertama yang ditempuh adalah peningkatan produktivitas dengan penggunaan teknologi dan inovasi yang unggul. Balitbangtan juga menyambut baik kegiatan yang dalam pelaksanaanya berkolaborasi dengan DPR RI khususnya Komisi 4. “Kolaborasi dengan segenap stakeholder, baik pusat maupun daerah akan mempercepat sampainya teknologi ke masyarakat, termasuk dengan Komisi 4 DPR RI,” ujarnya.

Lebih jauh, mantan Kepala BB Padi ini mengatakan bahwa Aceh memiliki potensi yang besar untuk pengembangan beragam komoditas tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak atas keberhasilan produktivitas padi 6 ton/ha dan jagung 5 ton/ha di Bireun dan Aceh Utara. Menurutnya, salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan penggunaan benih berkualitas VUB. Hingga kini, Balitbang Kementerian Pertanian RI telah melepas 41 VUB jagung, baik komposit maupun hibrida dengan potensi produksi berkisar 10-13 ton/h.

(NRP/AWA/HRY).

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar