FGD Penguatan Sub Sistem Pendukung Usahatani Jagung Menghadapi Krisis Global

Bogor - Dalam rangka kegiatan Prioritas Riset Nasional Komoditas Jagung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara virtual dengan tema “Penguatan Subsistem Pendukung Usaha Tani Jagung Menghadapi Krisis Global: Pembelajaran Pandemi Covid-19 di Indonesia” pada, Sabtu (07/08/2021). FGD dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Ir Priatna Sasmita dan diikuti oleh 68 peserta, yang terdiri dari stakeholders berkompeten dan berpengalaman di bidang ketahanan pangan nasional, baik pengamat, pelaku usaha, pengambil kebijakan di Pemerintah, Perguruan Tinggi, tim riset Prioritas Riset Nasional bidang pangan dan beberapa pengamat ketahanan pangan nasional seperti: 1) Prof. Dr. Bustanul Arifin/UNILA-INDEF-PERHEPI; 2) Prof. Dr. Achmad Suryana/PERHEPI; 3) Dr. Priatna Sasmita/KEMENTAN; serta 4) Dr. Moh. Ismail Wahab/KEMENTAN

Pada kesempatan itu, materi FGD dengan judul Dinamika ekonomi Jagung Nasional  disampaikan oleh Prof Dr. Bustanul selaku narasumber beliau menjelaskan bahwa dampak Covid 19 pada sektor pertanian dan pangan di Indonesia adalah a. Fenomena ruralisasi: peningkatan tenaga kerja pertanian dan sektor perdesaan, b.  Peningkatan tenaga kerja menjadi tambahan beban pertanian, karena produktivitas tenaga kerja pertanian rendah. Perubahan teknologi produksi dan pasca panen amat diperlukan, sekaligus pengembangan digitalisasi pertanian, c. Kemiskinan September 2020: naik lagi menjadi 27,55 juta (10,19%), 12,04 juta (7,88%) di perkotaan dan 15,51 juta (13,20%) di perdesaan, d. Sebanyak 29,12 juta penduduk usia kerja (14,28%) terdampak Pandemi Covid-19 pada Agustus 2020.  Terkait dengan komoditas jagung, permasalahan nasional saat ini adalah Stok jagung hanya tersedia untuk 1 bulan. Standar aman: 2 bulan dan harga Jagung naik menjadi Rp.5.700/kg yang berdampak pada peternak kecil. Sedangkan dinamika ekonomi global jagung juga cenderung naik yang disebabkan oleh kekhawatiran perubahan musim di AS dan China, kelangkaan kontainer  dan persoalan logistik global karena Pandemi Covid-19.

Selanjutnya, pemateri kedua adalah Dr.Ismail Wahab, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan yang memaparkan materi tentang Potensi, Kinerja dan Kebijakan Pengembangan Jagung Nasional Berorientasi Ekspor. Dalam paparannya beliau menyampaikan Kementerian pertanian melalui Ditjen Tanaman Pangan telah menyusun Roadmap Indonesia sebagai eksportir jagung dunia menjadi dua tahapan yaitu tahun 2020-2035 stabilasi kebutuhan domestik, swasembada dan eksport dan tahun 2035-2045 Indonesia menjadi eksportir jagung dunia. Untuk mencapai hal tersebut telah disusun Strategi, rencana aksi dan kebijakan yaitu a. peningkatan produksi, b. Penyiapan faktor pendukung/akselarator, c. Pembenahan distribusi dan pemasaran, d. Peningkaan daya saing jagung domestik dan e. Pengembangan investasi dan manajemen usaha.

Sedangkan pembahas pada FGD kali ini adalah Prof Ahmad Suryana, beliau membahas bagaimana harusnya lokasi pengembangan harus berbasis dengan permintaan atau kebutuhan dan harus sesuai dengan preferensi konsumen, Dari awal Perencanaan pengembangan varietas harus ditentukan arah desain benih dan pola pengembangannya.Langkah lain yang harus dilakuakan adalah bagaimana agar unit cost jagung harus efisien, harus adanya keseragaman produksi dengan pendekatan korporasi dan transportasi harus efisien. Diperlukan kebijakan pemerintah untuk mendekatkan sentra produksi jagung dengan industri pakan ternak.

Pelaksanaan FGD bertujuan untuk: a) Merumuskan rekomendasi kebijakan mengenai penguatan subsistem pendukung usahatani jagung menghadapi krisis global, pembelajaran pandemi Covid-19 2020-2021 di Indonesia; b) Memperkaya pemikiran dan telaah akademis serta empiris mengenai jagung sebagai salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia; dan 3) Memperoleh sumbang saran dan pendalaman analisis hasil kajian riset rantai jagung pada masa pandemi di Indonesia. (MTPP/HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar