Perkenalkan Varietas JH 37, Puslitbangtan Tanam Perdana di Majalengka

Dalam rangka meningkatkan akselerasi tingkat adopsi inovasi hasil-hasil penelitian litbang tanaman pangan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) menggandeng Kelompok Tani Jatikersa, Buyut, dan Margamukti melaksanakan tanam perdana jagung hibrida varietas JH 37 di lokasi Demfarm seluas 50 ha, tepatnya di Desa Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat pada Minggu (02/08).

Demfarm ini merupakan bagian dari Riset Pengembangan Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Pertumbuhan Produktivitas Jagung dimana Puslitbangtan memberikan bantuan dalam bentuk benih jagung hibrida dan pupuk sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

Menurut I Putu Wardana, peneliti yang juga penanggung jawab demfarm, varietas JH 37 telah dilepas oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2017. Meski demikian, jagung hibrida ini belum pernah ditanam oleh petani setempat. Melalui demfarm ini, kami perkenalkan kepada petani setempat salah satu varietas unggul baru (VUB) jagung hibrida Balitbangtan, yaitu JH 37. Selanjutnya, kami akan melakukan pendampingan secara intensif kepada petani hingga panen agar target dapat tercapai.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Jatikersa dan Gapoktan, Momon Sukirman, menyampaikan bahwa “Program ini memberikan dampak yang positif dan mendorong semangat petani untuk tanam jagung di musim ini. Di tengah pandemi Covid-19, bantuan pemerintah berupa benih jagung bermutu dan pupuk berkualitas sangat dibutuhkan oleh petani. Karena kedua komponen tersebut sangat krusial dan harus terpenuhi dalam budi daya jagung produktivitas tinggi. Petani tertarik ingin mencoba produk unggulan Balitbangtan jagung hibrida JH 37 yang diperkenalkan kepada petani. “Dengan paket teknologi PTT Balitbangtan dan pendampingan intensif dari Puslitbangtan, kami berharap varietas JH 37 dapat memberikan angin segar dalam peningkatan hasil jagung petani,” ujarnya.

Jagung hibrida JH 37 merupakan jagung berumur sedang dengan umur panen 99 hari setelah tanam. Selain itu, jagung ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu efisien dalam penggunaan pupuk, sangat tahan penyakit bulai Peronosclerospora philippinensis, agak tahan terhadap penyakit bulai Peronosclerospora maydis, tahan terhadap penyakit karat daun Puccinia sorghi dan hawar daun dataran rendah Helminthosporium maydis. Lebih dari itu, varietas JH 37 cukup adaptif pada kondisi N rendah dan agak toleran terhadap cekaman kekeringan serta cocok ditanam pada lahan dataran rendah.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk diseminasi VUB jagung Balitbangtan yang telah dilepas Kementerian Pertanian agar terjadi percepatan adopsi oleh petani. Varietas jagung hibrida JH 37 diharapkan cocok ditanam di lokasi setempat dan mampu menampilkan keunggulan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan hasil petani, khususnya di Kabupaten Majalengka. (ODP/HRY/Uje)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar