Balitsereal Harus menjadi Percontohan untuk Sebuah Konsep Bertani

Sulsel - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kunjungi Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) pada Selasa (6/7) di Maros. Dalam Kunjungannya Mentan didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta dan beberapa kepala UPT lingkup Kementan yang berada di Sulawesi Selatan.

Acara di awali dengan pemaparan hasil capaian Balitsereal yang disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.

“Sudah banyak varietas jagung yang telah dihasilkan oleh Balitsereal, yang terbaru adalah 3 varietas jagung hibrida yaitu JH 45, JH 37, dan JH 27. Ketiga varietas jagung hibrida tersebut telah dimanfaatkan di beberapa provinsi di Indonesia oleh stakeholder seperti petani, dinas dan BPTP. Selain ketiga varietas jagung hibrida tersebut juga telah dilisensi oleh perusahan produsen benih jagung” paparnya

Acara dilanjutkan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam arahannya Mentan menyampaikan bahwa Balitsereal harus menjadi rolemode untuk sebuah konsep bertani dibidang serealia mulai dari hulu hingga hilir.

“saya akan memberikan challenge untuk Balitsereal agar membuat percontohan jagung dengan menggunakan dana KUR. Percontohannya harus menggunakan varietas jagung hibrida Badan Litbang Pertanian yang tidak kalah kualitasnya dengan jagung multinasional” ucapnya.

Selanjutnya Mentan juga berharap agar Balitsereal menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat yang ingin sukses mengembangkan jagung.

“meskipun Balitsereal sudah menjadi andalan dalam dunia serealia, namun perlu dibuat sesuatu hal yang lebih meledak karena pertanian adalah bisnis, pertanian adalah industri dan pertanian adalah lapangan kerja” harapnya

Diakhir sambutannya Mentan menegaskan untuk memajukan pertanian jangan hanya mengandalkan APBN yang terbatas, seperti yang diterapkan oleh Kementan saat ini.

“APBN sangat terbatas, oleh karena itu untuk memajukan pertanian itu bisa menggunakan dana melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mudah diakses petani” tutupnya.

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar