Halal Bihalal Puslitbangtan 1442 H

Bertepatan dengan jatuhnya Hari Kebangkitan Nasional, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr Piatna Sasmita mengadakan acara Halal Bihalal sekaligus silaturahmi secara luring terbatas dan daring dengan seluruh Kepala UPT dan karyawan lingkup Puslitbangtan di Aula Padi, Kamis (20/05/2021). 

Pada kesempatan tersebut Kepala Puslitbangtan menyampaikan ucapan Idul Fitri 1442 H dan terima kasihnya kepada seluruh peserta yang telah banyak berkontribusi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di tempatnya masing-masing sehingga fungsi Puslitbangtan sebagai lembaga penghasil teknologi inovasi tanaman pangan termasuk mengelolanya hingga sampai ke petani dapat berjalan baik. Terkait tugas di sub sektor tanaman pangan, menurutnya kita semua menjadi tumpuan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian. “Tanaman pangan merupakan komoditas yang strategis bukan hanya untuk penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia namun juga strategis dari sisi ekonomi sosial. Ini tugas yang luar biasa, apalagi tugas ini juga merupakan bagian dari ibadah,” ujarnya menegaskan.      

Selain menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh staf lingkup Puslitbangtan yang telah diberikan mulai dari rekomendasi kebijakan, teknologi budi daya, varietas hingga urusan administrasi, eselon II yang pernah menjadi Kepala BB Padi ini juga menyampaikan permohonan maaf selaku makhluk sosial yang tidak sempurna. Ia berharap semuanya dapat dipertemukan kembali pada bulan Ramadhan di waktu mendatang.

Usai Kepala Puslitbangtan, ucapan saling memaafkan idul fitri juga disampaikan oleh masing-masing Kepala UPT lingkup Puslitbangtan secara virtual yang dilanjutkan dengan tausyiah oleh Dr H Akbar Mardani, MM.

Saat menyampaikan tausyiahnya, ia melontarkan pertanyaan “Apakah puasa (shaum) yang kita laksanakan selama sebulan penuh ke belakang akan mampu mendongkrak kita menjadi insan yang bertakqwa, sebagaimana tujuan diperintahkannya ibadah puasa tersebut oleh Alloh SWT?”. Semuanya dapat terjawab dengan melihat implementasi atau output yang dapat diperlihatkan dalam perilaku kita sehari-hari ke depan. Pegawai dengan predikat taqwa atau berhasil ibadah puasanya akan senantiasa bersemangat dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas serta berusaha ikhlas dalam bekerja. Perubahan tersebut dapat terjadi karena dalam bekerja senantiasa dilandasi oleh semangat spiritual yaitu: 1) Mu’ahadah yang berarti mengingat ikrar janji dengan Tuhannya, semua tindakan senantiasa didasari pada pengabdian kepada Alloh SWT; 2) Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Alloh SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong pegawai senantiasa berusaha bekerja sesuai dengan ketentuan-Nya; 3) Muhasabah yang berarti dengan muhasabah, seorang pegawai akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik buruknya, manfaat dan madhorotnya; dan 4) Mu’aqabah artinya penjatuhan sanksi hukum terhadap diri sendiri. Apabila pegawai melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghentikan dan berusaha menggantinya dengan dengan amal yang lebih baik meskipun terasa berat.

Melalui semangat spiritual tersebut pegawai Puslitbangtan diharapkan akan senantiasa menjadi pribadi pegawai yang senatiasa penuh semangat untuk berprestasi dalam bekerja dalam kondisi apapun termasuk dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. (HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar