Angkat Potensi Porang Balitbangtan Gelar Talk Show

Tingginya animo serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi dari komoditas porang baik dari sisi manfaat bagi kesehatan maupun peluang bisnisnya, mendorong Badan Litbang Kementerian Pertanian menggelar talk show bertajuk “Strategi Pengembangan Porang sebagai Komoditas Mahkota”. Melalui Puslitbang Tanaman Pangan sebagai pelaksana kegiatan, acara yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari berbagai kalangan ini dihelat di Aula Display Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, dengan menghadirkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) didampingi Kabadan Litbang Dr Fadjry Jufry, pada Kamis (25/03/2021).

Saat membuka talk show, Mentan SYL mengemukakan bahwa porang merupakan komoditas yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (GRATIEKS). Menurutnya, pada tahun 2020 ekspor porang ini mencapai Rp 1,42 Triliun ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. “Ada peningkatan  lebih dari 100 % dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya. Meski demikian, ia menambahkan bahwa Kementan tidak dapat bekerja sendiri menghadapi tantangan yang ada. Harus bergandengan dengan stakeholder terkait sehingga pengembangan tanaman porang ke depan akan dilakukan dengan mendorong riset pengolahan dan produk turunannya ke arah industri pangan.

Sementara itu, Kabadan Litbang Dr Fadjry Jufry berharap agribisnis porang ini tidak hanya “demam sesaat” atau monkey business. Mengacu pada tingginya peluang pasar yang masih bisa dikembangkan, komoditas porang ini dipandang cukup menjanjikan. Ia melihat ada dua aspek tantangan dalam pengembangan porang ke depan yaitu penyediaan logistik bibit/benih serta pengolahan porang menjadi produk yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi. “Teknologi inovasi menjadi faktor kunci penentu keberhasilan pengembangan porang,” ungkapnya.

Selama talk show, lima pembicara menyampaikan bidang keilmuannya masing-masing  Peneliti Balitkabi Dr Yuliantoro Baliadi berbicara seputar aspek budi daya, sedangkan peneliti BB Biogen Dr Ika Roostika memberi penjelasan dari sisi bioteknologi, dan peneliti BB Pascapanen Dr Heny Herawati menguraikan aspek paspcapanen. Sementara itu, petani muda yang juga eksportir porang mengupas tentang peluang dan tantangan industri berbahan baku porang serta satu pembicara dari Komite Tetap Research and Development Bidang Pangan dan Pertanian KADIN Ir. Utama Kajo membahas prospek porang sebagai komoditas ekspor dan aspek kebijakan yang diperlukan.

Talk show porang yang bedurasi lebih dari tiga jam ini digelar dengan tujuan untuk memberikan peluang budidaya porang, bagaimana ketersediaan bibitnya untuk skala luas, penanganan panen dan pascapanen, serta peluang ekspornya. (HRY)

Berita Terkait

//

Belum Ada Komentar

Isi Komentar