Pendugaan Produksi dan Tantangan Usahatani Kedelai di Indonesia Menggunakan Metode ARIMA


pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan industri pangan. Di sisi lain, produksi nasional kedelai pada tahun 2013 hanya 0,78 juta ton sementara kebutuhan sudah mencapai 2,9 juta ton. Kekurangan produksi kedelai dalam negeri terpaksa dipenuhi dengan impor sekitar 2,12 juta ton. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk model prediksi produksi kedelai ke depan dalam kaitannya dengan kendala dan permasalahan usahatani sebagai faktor pembatas. Dalam penelitian ini digunakan teknik peramalan menggunakan data time series untuk menentukan model prediksi. Model terbaik yang terpilih digunakan untuk menduga produksi kedelai ke depan. Pemilihan model terbaik menggunakan kriteria Mean Absolute Percent Error (MAPE), Root Mean Square Error (RMSE) dan Akaike Information Criteria (AIC). Model terpilih untuk peramalan produksi kedelai yaitu ARIMA (1,1,1). Pada tahun 2022 produksi kedelai dalam negeri diproyeksikan sekitar 0,994 juta ton. Walaupun produktivitas relatif naik, peningkatan produksi kedelai tidak signifikan. Hal ini dipicu oleh penurunan luas panen sebagai dampak dari daya saing kedelai yang relatif rendah terhadap palawija lainnya seperti jagung serta cekaman biotik dan abiotik yang masih tinggi.


Kata kunci: Kedelai, produksi, peramalan, metode.

Penulis : Dedi Nugraha, Made Oka Adnyana, dan I Putu Wardana
Institusi : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Topik : Tantangan Usaha
Kategori : Kedelai
Kata kunci :
Halaman : 155-163
Download : PP02032018-DediNugraha.pdf