Efisiensi Teknis dan Ekonomis Usahatani Kedelai: Studi Kasus di Lampung Timur


Penurunan luas tanam kedelai pada tahun 2011-2015(terjadi di hampir seluruh provinsi di Sumatera. Penyebabnya antara lain rendahnya produktivitas sehingga usahatani kedelai tidak menarik bagi petani. Hal ini mendorong banyak petani beralih mengusahakan komoditas lain yang lebih menguntungkan seperti jagung, kacang tanah, dan ubi kayu. Rendahnya produktivitas kedelai juga disebakan oleh keterbatasan modal dalam penyediaan sarana produksi berupa benih, pupuk, dan pestisida. Sementara itu harga sarana produksi cenderung naik dari tahun ke tahun, terutama pupuk kimia dan pestisida. Harga kedelai yang tidak menentu, terutama pada saat panen raya, semakin melemahkan semangat petani untuk berproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis usahatani kedelai di Lampung Timur. Penelitian dilakukan pada April 2017 di Kecamatan Raman Utara yang merupakan sentra produksi kedelai di Lampung Timur dalam lima tahun terakhir (2013-2017). Jumlah responden adalah 790 petani yang menanam kedelai pada lahan milik sendiri maupun lahan sewa. Responden ditentukan secara acak (random sampling) dengan metode proportional random sampling. Data dianalisis dengan metode analisis efisiensi teknis, analisis efisiensi harga/alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan nilai efisiensi teknis usahatani kedelai = 1,0. Artinya, usahatani kedelai umumnya sudah mencapai tingkat efisiensi teknis. Sementara itu nilai efisiensi alokatif baru menyebtuh angka 1,4 atau belum efisien. Oleh karena itu, penggunaan faktor produksi perlu ditambah agar tercapai efisiensi ekonomis maksimal.


Kata kunci: Kedelai, usahatani, efisiensi teknis, efisiensi alokatif, efisiensi ekonomi.

Penulis : Ismalia Afriani1*, David Oktaviandi2, Dayang Berliana3, Jailan Supriyadi1
Institusi : 1STIPER Dharma Wacana Metro, 2Dinas Pertanian Pangan Kep. Bangka Belitung, 3Politeknik Negeri Lampun
Topik : Analisis Usaha Tani
Kategori : Kedelai
Kata kunci :
Halaman : 121-128
Download : PP02022018-Ismalia.pdf