Viabilitas dan Efektivitas Kombinasi Bakteri dan Cendawan dalam Mendekomposisi Biomas Jagung


Salah satu alternatif untuk mempercepat dekomposisi bahan organik yang mengandung lignin atau selulosa adalah penggunaan mikroorganisme. Untuk menjamin viabilitas dan efektivitas mikroorganisme dekomposer diperlukan bahan pembawa yang sesuai. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi isolat mikroorganisme (bakteri dan cendawan) yang sesuai dengan formulasi bahan pembawa dalam menunjang viabilitas dan efektivitasnya dalam mendekomposisi biomas jagung. Penelitian dilaksanakan pada Februari-November 2016. Perlakuan terdiri atas dua faktor, yaitu bahan pembawa dan mikroorganisme. Bahan pembawa/formula yang diuji adalah (1) air beras dan zeolit, (2) air rendaman kedelai dan sekam halus, (3) tanah liat dan tape ubi kayu, dan (4) sagu dan kompos. Mikroorganisme yang digunakan adalah dua isolat kombinasi bakteri dan cendawan, yaitu (1) kombinasi bakteri E7.7 dan cendawan P7, dan (2) kombinasi bakteri B7.1 dan cendawan O5. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi isolat E7.7 + P7 dan B7.1 + O5 hingga pada penyimpanan 28 minggu relatif lebih unggul dibanding Promi dan EM4. Pada penyimpanan 28 minggu, populasi bakteri isolat E7.7 + P7 mencapai 2,1-2,75 x 109 cfu/g dan populasi cendawan 0,30-0,48 x 109 cfu/g. Isolat B7.1 + O5 memiliki jumlah sel bakteri 1,38-2,5 x 109 cfu/g dan cendawan 0,2-0,3 x 109 cfu/g. Promi dan EM4 hanya memiliki populasi bakteri 0,1-1,5 x 109 cfu/g dan cendawan 0,1 x 109 cfu/g. Kombinasi isolat E7.7 + P7 dan B7.1 + O5 dalam mendekomposisi biomas jagung menghasilkan C/N dan kadar air lebih rendah, dengan kadar P dan K yang lebih tinggi dibanding EM4. Oleh karena itu kedua kombinasi bakteri dan cendawan tersebut layak dijadikan biodekomposer dalam pembuatan pupuk kompos. Untuk mempertahankan viabilitas dan efektivitas mikroba E7.7+P7 lebih baik menggunakan bahan pembawa sagu + kompos, sedangkan untuk kombinasi mikroba B7.1 + O5 selain menggunakan sagu + kompos juga dapat menggunakan bahan pembawa air beras + zeolit. Hasil identifikasi berdasarkan sekuens 16S rRNA menunjukkan isolat B7.1 dan E7.7 secara berturut-turut adalah Bacillus cereus strain ATCC14579 dan Brevundimonas diminuta strain NBRC12967. Isolat cendawan O5 memiliki kesamaan 99% dengan Aspergillus fumigatus strain KARVSO4, dan P7 memiliki kesamaan 99% dengan A. fumigatus strain DAOM-21534-28S.

Kata kunci: Jagung, biomas, Bacillus cereus, Brevundimonas diminuta, Aspergillus fumigatus

Penulis : Nurasiah Djaenuddin, Faesal, dan Syafruddin
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Serealia
Topik : Hama Peyakit
Kategori : Jagung
Kata kunci :
Halaman : 111-119
Download : PP02022018-Nurasiah.pdf