Pendugaan Produktivitas Padi di Tingkat Kecamatan Menggunakan Geoadditive Small Area Model


Pemerintah membutuhkan data produktivitas padi hingga tingkat kecamatan untuk mendukung program swasembada pangan. Permasalahannya, Badan Pusat Statitik (BPS) tidak dapat menyajikan data produktivitas padi hingga tingkat kecamatan karena ukuran contoh pada survei ubinan tidak representatif. Tujuan penelitian ini adalah menduga produktivitas padi dan produksi beras per kecamatan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada tahun 2016. Metode untuk menduga produktivitas padi di tingkat kecamatan menggunakan Geoadditive Small Area Model. Keakuratan pendugaan dievaluasi dengan nilai RMSE menggunakan metode jackknife dengan proses resampling. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas padi di Kabupaten Seruyan cenderung lebih tinggi semakin ke hilir Sungai Seruyan. Produktivitas padi sawah lebih tinggi 0,90 t/ha dibanding padi gogo. Produktivitas tertinggi berada di Kecamatan Seruyan Hilir Timur (3,46 t/ha) dan terendah di Seruyan Hulu (1,99 t/ha). Penggunaan model Geoadditive SAE memberikan dugaan hasil yang akurat dengan nilai RMSE lebih kecil. Di Kabupaten Seruyan hanya empat kecamatan yang mengalami surplus beras, yaitu Seruyan Hilir Timur, Danau Sembuluh, Seruyan Hulu, dan Suling Tambun, sedangkan enam kecamatan lainnya defisit beras. Secara keseluruhan, Kabupaten Seruyan selama tahun 2016 mengalami defisit beras sebesar 8.236,8 ton.

Kata kunci: Padi, dugaan produktivitas, Geoadditive Small Area Model, surplus-defisit.

Penulis : Muhlis Ardiansyah1, Anik Djuraidah2, dan Anang Kurnia2
Institusi : 1Program Pascasarjana Departemen Statistika, Institut Pertanian Bogor, 2Departemen Statistika, Insti
Topik : Geoadditive Small Area Model
Kategori : Padi
Kata kunci :
Halaman : 101-110
Download : PP02022018-MuhlishArdiansyah.pdf