Pengaruh Teknologi Produksi terhadap Hasil Benih, Daya Tumbuh, dan Kelayakan Usaha Penangkaran Benih Kedelai


Penggunaan benih berkualitas tinggi dari varietas unggul merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi kedelai. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rakitan teknologi produksi benih terhadap hasil, daya tumbuh, dan kelayakan usaha penangkaran benih kedelai. Pengkajian dilaksanakan di lahan sawah KP. Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada MK I 2013. Pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam ulangan pada lahan seluas 1,0 ha. Perlakuan terdiri atas lima varietas kedelai yaitu: (a) Anjasmoro, (b) Argomulyo, (c) Kaba, (d) Sinabung, dan (e) Argomulyo (petani). Penyimpanan benih dilakukan di Laboratorium Benih BPTP Jawa Timur selama 8 bulan. Hasil pengkajian menunjukkan produktivitas tertinggi dijumpai pada kedelai berbiji sedang yaitu varietas Kaba (2,41 t/ha biji konsumsi dan 1,96 t/ha benih berlabel) dan Sinabung (2,39 t/ha biji konsumsi dan 1,90 t/ha benih berlabel) dengan nilai R/C 2,18 dan 2,12 serta MBCR 5,46 dan 5,14. Dengan demikian, usaha penangkaran benih menggunakan teknologi introduksi layak secara ekonomi. Perlakuan penjemuran kedelai berbiji besar (Anjasmoro dan Argomulyo) dan biji sedang (Kaba dan Sinabung) mempunyai daya tumbuh > 80% sampai bulan ke-8 penyimpanan apabila penjemuran benih dilakukan tiap bulan dengan kadar air <10%. Teknologi budi daya dan penyimpanan kedelai Argomulyo cara petani tanpa penjemuran ulang menghasilkan daya tumbuh > 80% hanya sampai bulan ke-4 penyimpanan.


Kata kunci: kedelai, varietas, penangkaran, benih, daya tumbuh.

Penulis : Zainal Arifin1* dan Didik Harnowo2
Institusi : 1Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, 2Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Topik : Perbenihan Kedelai
Kategori : Kedelai
Kata kunci :
Halaman : 59-66
Download : PP02012018-Zainal.pdf