Pengaruh Pemupukan Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Sawah


Penambahan pupuk hayati sebagai pupuk alternatif efektif pada beberapa tanaman pangan. Kedelai secara umum tidak responsif terhadap pupuk anorganik. Percobaan untuk mengkaji pengaruh pupuk hayati terhadap beberapa varietas kedelai telah dilaksanakan di lahan sawah bekas pertanaman padi di Desa Sugihan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Juni sampai September 2014. Percobaan disusun mengikuti rancangan petak terpisah dengan lima ulangan. Petak utama adalah pemupukan, yaitu (1) P1 = 50% dosis anjuran (12 kg N, 18 kg P2O3, dan 25 kg K2O/ha), (2) P2 = 12 kg N + 18 kg P2O3 + 25 kg K2O/ha) + pupuk hayati F.1, dan (3) P3 = 12 kg N + 18 kg P2O3+ 25 kg K2O/ha + pupuk hayati F.2. Anak petak adalah tiga varietas unggul kedelai, meliputi Grobogan, Gema, dan Dering-1. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, bobot akar, jumlah bintil akar, jumlah cabang per tanaman, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil biji. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan hasil biji kedelai. Penambahan pupuk hayati tidak meningkatkan hasil biji tiga varietas kedelai yang diuji. Hal ini menunjukkan penggunaan pupuk hayati oleh petani tidak sederhana, karena viabilitas mikrobia pada pupuk hayati dipengaruhi oleh cekaman lingkungan selama penyimpanan, pengangkutan dan perlakuan sebelum aplikasi.

Kata kunci: kedelai, varietas, pemupukan, lahan sawah.

Penulis : Yuniati Pieter dan Made Jana Mejaya
Institusi : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Topik : Pemupukan
Kategori : Kedelai
Kata kunci :
Halaman : 51-57
Download : PP02012018-Yuniati.pdf