Integrasi Varietas Tahan dan Bioinsektisida untuk Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kedelai


Ulat pemakan daun adalah hama penting kedelai yang tersebar luas di daerah beriklim panas dan lembab, dari subtropis sampai daerah tropis. Serangan ulat pemakan daun dari tahun 2002 hingga 2006 berkisar antara 1.316 hingga 2.902 ha. Oleh karena itu teknik pengendalian yang efektif perlu diteliti. Efektivitas pengendalian ulat pemakan daun menggunakan SLNPV, SBM dan genotipe tahan diuji di KP. Kendalpayak pada musim kemarau 2016. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan strip plot tiga ulangan, dengan Varietas (Wilis, Degra 1= genotipe tahan ulat grayak, dan G100H= galur tahan ulat grayak) sebagai faktor vertikal dan macam bioinsektisida (tanpa bioinsektisida, SBM 50 g/l, SLNPV 2 g/l, campuran SBM 50 g/l+SLNPV 2 g/l, insektisida kimia) sebagai faktor horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian dengan SLNPV 2 g/l menekan populasi ulat paling rendah. Penekanan populasi ulat pada kombinasi perlakuan SLNPV dan SBM lebih baik dibanding perlakuan insektisida kimia. Peran galur harapan Degra 1 sangat besar dalam menekan tingkat kerusakan tanaman yang mampu menekan 26% kerusakan daun lebih tinggi dibanding varietas Wilis. Efektivitas pengendalian ulat pemakan daun dapat ditingkatkan dengan memadukan galur harapan Degra 1 dengan bioinsektisida SLNPV yang mempunyai tingkat penekanan 35%, setara dengan penggunaan kombinasi varietas tahan Degra 1 dengan insektisida kimia. Galur harapan Degra 1 mempunyai peluang dikembangkan di daerah penanaman kedelai yang endemik serangan ulat pemakan daun, khususnya grayak.

Kata kunci: Integrasi, varietas tahan, mimba, SLNPV, ulat pemakan daun, kedelai.

Penulis : S.W. Indiati dan Bedjo
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Topik : Integrasi, varietas tahan, mimba, SLNPV, ulat pemakan daun, kedelai.
Kategori : Kedelai
Kata kunci : Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kedelai
Halaman : 243-252
Download : 8-PP01-03-2017-SWIndiati.pdf