Toleransi Genotipe Kedelai terhadap Salinitas


Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) umumnya sensitif terhadap salinitas. Varietas toleran salinitas merupakan salah satu komponen teknologi utama budi daya kedelai pada lahan salin. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi toleransi genotipe kedelai terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada lahan salin di Lamongan, Jawa Timur pada Mei-Agustus 2016. Sembilan belas genotipe kedelai yang terpilih dari pengujian salinitas di rumah kaca tahun sebelumnya diuji di lapangan menggunakan rancangan acak kelompok, dengan tiga ulangan. Varietas Wilis (peka salinitas) digunakan sebagai pembanding. Peubah yang diamati adalah karakteristik tanah sebelum tanam, jumlah tanaman tumbuh pada 13 dan 41 hari setelah tanam (HST), tinggi tanaman pada umur 41, 56 dan 71 HST, indeks kandungan klorofil (IKK) daun pada umur 27, 41, dan 56 HST, daya hantar listrik (DHL) tanah pada saat tanaman berumur 71 HST, jumlah tanaman panen, komponen hasil dan hasil biji. Hasil penelitian menunjukkan lima genotipe bertahan tumbuh hingga panen dengan populasi 30-50% pada tingkat cekaman salinitas tinggi (11,7-14,4 dS/m), dengan tinggi tanaman 50% dari kondisi optimal. Berdasarkan rentang nilai DHL, populasi tanaman saat panen dan hasil biji diketahui genotipe Karat 13, Grayak 3, dan Grayak 5 relatif toleran terhadap salinitas tinggi dengan DHL tanah 11,7-14,4 dS/m. Galur MLGG 0160 toleran pada kondisi salinitas agak tinggi dengan DHL tanah 9,1 dS/m. Genotipe toleran salinitas hasil bijinya rendah, sehingga kurang layak untuk usaha produksi pada lahan salin.

Kata kunci: Glycine max (L.) Merril, salinitas, toleran.

Penulis : Pratanti Haksiwi Putri*, Gatut Wahyu Anggoro Susanto, dan Abdullah Taufiq
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Topik : Glycine max (L.) Merril, salinitas, toleran
Kategori : Kedelai
Kata kunci : Toleransi Genotipe Kedelai
Halaman : 233-242
Download : 7-PP01-03-2017-PratantiHaksiwiPutri.pdf