Home » Laporan Tengah Tahun Puslitbangtan

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan memberikan prioritas yang tinggi terhadap diseminasi hasil penelitian sebagaimana halnya kegiatan penelitian itu sendiri. Kenyataan membuktikan bahwa kemajuan suatu bangsa umumnya ditentukan oleh penguasaan dan penerapan teknologi yang dihasilkan melalui penelitian, selain kualitas sumber daya manusia.

Di Puslitbang Tanaman Pangan dan lembaga penelitian di lingkup Badan Litbang Pertanian, teknologi yang dihasilkan melalui penelitian dipromosikan dan disebarluaskan kepada masyarakat pengguna yang meliputi penyuluh pertanian, akademisi, peneliti, pengusaha agribisnis, penentu kebijakan, dan pihak lain yang memerlukan. Untuk dapat dimanfaatkan oleh pengguna, inovasi teknologi disebarluaskan melalui berbagai media, antara lain publikasi hasil penelitian.

Hingga saat ini, publikasi hasil penelitian masih menjadi primadona bagi sebagian besar pengguna inovasi teknologi, terutama penyuluh dan praktisi pertanian, karena dapat dibaca dan disimpan yang sewaktu-waktu ditelusuri kembali. Bagi peneliti, diseminasi hasil penelitian dalam bentuk publikasi tercetak dan didistribusikan secara luas tidak hanya penting artinya bagi pengembangan IPTEK tetapi juga merupakan bukti otentik yang menjadi persyaratan penting dalam menentukan kinerja pejabat fungsional penelitian, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sebagai lembaga penelitian publik, Puslitbang Tanaman Pangan yang didukung oleh unit pelaksana teknis penelitian, yaitu Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Sukamandi, Jawa Barat; Balai Penelitian Tanaman Serealia di Maros, Sulawesi Selatan; Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi di Malang, Jawa Timur; dan Loka Penelitian Penyakit Tungro di Lanrang, Sulawesi Selatan, mendapat mandat untuk menghasilkan inovasi teknologi yang mampu mengatasi masalah pertanian tanaman pangan.

Sebelum disebarluaskan kepada khalayak pengguna, informasi inovasi teknologi yang dihasilkan memerlukan pengelolaan dan analisis yang akurat. Kesalahan dalam penyampaian informasi berdampak terhadap kesalahan implementasi di lapangan. Pengelolaan informasi hasil penelitian tidak hanya memproses, memperbanyak, dan menyebarkan kepada pengguna, tetapi juga mensintesa dan mengemas dalam format yang sesuai bagi pengguna yang memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda. Penyuluh pertanian, misalnya, lebih menyukai informasi hasil penelitian yang mudah dipraktekkan di lapangan, sementara peneliti lebih berorientasi ilmiah.

Oleh karena itu, Puslitbang Tanaman Pangan dituntut untuk mengumpulkan materi hasil penelitian, mensintesa, menganalisa, menyusun, menerbitkan dalam bentuk publikasi yang beragam, dan mendistribusikan kepada khalayak sasaran. Mengacu kepada latar belakang dan kebutuhan pengguna informasi hasil penelitian, publikasi yang akan diterbitkan antara lain dalam bentuk jurnal penelitian, buletin, berita (news), prosiding seminar, petunjuk teknis, buku, policy brief, dan sebagainya. Sebelum diterbitkan, infomasi hasil penelitian yang akan dipublikasikan dibahas oleh pihak yang kompeten. Dalam hal ini, dewan redaksi dan tim penyunting memegang peranan penting.