Kajian Kemutakhiran Referensi Artikel Ilmiah pada Beberapa Jurnal Ilmiah Penelitian Pertani

Beberapa anggota redaksi dari berbagai jurnal penelitian menyarankan perlunya penggunaan literatur yang mutakhir, atau yang berusia tidak lebih dari 10 tahun, sebagai referensi dalam artikel ilmiah. Meski tidak terkait langsung dengan kualitas artikel, rujukan literatur yang baru akan membuka cakrawala baru dalam pembahasan hasil penelitian. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemutakhiran referensi artikel ilmiah primer yang terbit di jurnal penelitian lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pengkajian dilakukan terhadap delapan jurnal penelitian koleksi Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Parameter yang dianalisis adalah usia dan jenis literatur yang dirujuk di masing-masing jurnal penelitian yang dipilih.
 
Analisis menunjukkan bahwa jurnal penelitian pertanian masih merujuk literatur yang berumur lebih dari 10 tahun, bahkan sebagian artikel dalam jurnal tertentu merujuk literatur yang terbit pada tahun 40-50an. Proporsi rujukan literatur yang terbit dalam dan setelah 10 tahun terakhir masing-masing adalah 55% dan 45%, sementara proporsi rujukan literatur yang berasal dari jurnal dan nonjurnal rata-rata 38% dan 62%. Jika batasan yang dipakai untuk menilai kemutakhiran suatu literatur adalah yang berusia 0-5 tahun, maka proporsi literatur mutakhir yang dirujuk dalam jurnal penelitian pertanian hanya sekitar 30%. Apabila batasan yang dipakai dalam menentukan kemutakhiran literatur adalah yang terbit dalam 10 tahun terakhir, maka 55% dari literatur yang dirujuk sudah tergolong mutakhir.

Download :  jppkajian.zip


Arsip Repositori