Membangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan

Selama ini agroekosistem lahan sawah tadah hujan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum berkontribusi nyata terhadap pengadaan produksi pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan adalah pengairan tanaman yang hanya mengandalkan curah hujan sehingga indeks pertanaman rendah, rata-rata 1,05. Berbagai penelitian menunjukkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan dapat ditingkatkan menjadi 2,0 dan bahkan mencapai 3,0 dengan memanfaatkan air hujan dan sumber daya air lainnya yang ditampung pada embung dan bangunan penampung air sebagai sumber pengairan tanaman pada musim kemarau.

Upaya penggeliatan lahan sawah tadah hujan dengan memanfaatkan sarana bangunan penampung air mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 1 Tahun 2018 tentang Percepatan Penyediaan Embung Kecil dan Bangunan Penampung Air Lainnya di Desa. Target embung yang akan dibangun hingga 2019 direncanakan 30.000 unit untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah tadah hujan dalam kaitan peningkatan produksi pangan. Penggeliatan lahan sawah tadah hujan dengan memanfaatkan air embung dan bangunan penampung air lainnya diperkirakan mampu meningkatkan produksi pangan dan pendapatan petani yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pertanian


Download :  LahanSawahTadahHujanLowres.pdf


Arsip Repositori

//