Cara Cepat Swasembada Jagung

Jagung berperan penting terhadap perekonomian nasional dan menjadi kontributor PDB terbesar kedua setelah padi dalam subsektor tanaman pangan. Komoditas pangan ini sebagai salah satu komoditas unggulan strategis nasional yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ditargetkan sebagai komoditas ekspor nasional. Surplus produksi jagung diperkirakan dicapai tahun 2018. Upaya khusus peningkatan produksi jagung dapat menekan ketergantungan pada jagung impor 3,6 juta ton pada 2015 dan menjadi 900 ribu pada 2016, setelah pemerintah memutuskan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150 per kilogram. Produksi jagung nasional semakin membaik sehingga stok banyak dan berhasil menekan angka impor sebesar 62%.

Upaya menekan impor dilakukan dengan cara mendorong peningkatan produksi di berbagai daerah sentra produksi dan menjalin kerja sama dengan asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT). Dengan penyerapan jagung lokal maka petani semakin bergairah bertanam jagung, sehingga produksi bisa memenuhi bahkan melebihi kebutuhan konsumsi dan pabrikan yang jumlahnya sekitar 1,7 juta ton per bulan. GPMT terus mendorong perusahaan anggotanya untuk lebih mengutamakan penyerapan produksi jagung lokal untuk kebutuhan industrinya. Saat ini kami membangun sistem agar petani sejahtera, pengusaha untung dan konsumen tersenyum.


Download :  CaraCepatSwasembadaJagung.pdf


Arsip Repositori

//