Pewarisan Sifat Pemanjangan Nasi pada Varietas Padi Lokal

Salah satu karakteristik mutu tanak yang baik adalah kemampuan nasi untuk memanjang setelah dimasak. Di beberapa negara sifat ini dijadikan sebagai faktor penting penilai dalam mutu tanak. Program pemuliaan untuk mendapatkan varietas unggul, termasuk yang mempunyai sifat pemanjangan nasi yang panjang, memerlukan dukungan informasi yang memadai mengenai bagaimana sifat tersebut diwariskan. Untuk mempelajari pewarisan sifat tersebut varietas Khao Dawk Mali 105, Basmati 370 dan Dupa disilangkan dengan varietas IR36. Tidak terdapat efek indung pada ketiga persilangan tersebut. Model aksi gen aditif-dominan tidak cocok dalam pola pewarisan pemanjangan nasi, aksi gen interaksi epistatik non alelik berperan dalam pewarisan sifat tersebut. Pada persilangan Khao Dawk Mali 105 /IR36 dan Dupa/IR36 aksi bersifat komplementer. Pada persilangan Basmati 370/IR36 aksi gen bersifat duplikat. Heritabilitas arti luas

tergolong tinggi untuk persilangan Dupa/IR36 dan rendah untuk persilangan Khao Dawk Mali 105 /IR36 dan Basmati 370/IR36. Semua persilangan memiliki pendugaan nilai heritabilitas arti sempit sangat kecil. Demikian halnya dengan respon seleksi untuk Dupa/IR36 lebih besar dari yang lainnya. Seleksi untuk memperoleh sifat pemanjangan nasi yang baik dilakukan pada generasi lanjut.

Download :  pewarisanpanjang_nasi.zip


Arsip Repositori