Interaksi Genotipe dengan Lingkungan dan Implikasinya dalam Pemilihan Galur Harapan Kacang Tanah

Analisis interaksi genotipe dan lingkungan pada kacang tanah dilakukan untuk 16 hasil percobaan (8 lokasi dengan musim tanam MP dan MK) dari tahun 2004 ? 2005 dari 20 genotipe (19 halur harapan dan 1 varietas pembanding Jerapah). Percobaan lapang menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan 1-2 galur kacang tanah yang dapat diusulkan sebagai VUB. Analisis menunjukkan bahwa interaksi genotipe dan lingkungan nyata untuk hasil, sehingga peringkat keunggulan galur berubah dari lingkungan ke lingkungan, sehingga menimbulkan kesulitan besar dalam memilih galur unggul. Dengan analisis regresi Eberhart dan Russell (1966) dan AMMI dari Gauch (1992) teridentifikasi tiga galur kacang tanah, yakni 7 (J/91283-99-C-192-17), No 16 (J/91283-99-C-90-8) dan No. 17 (J/91283-99-C-87-5 ). Galur 7 (J/91283-99-C-192-17) dan No 16 (J/91283-99-C-90-8) memiliki ketahanan terhadap A. flavus isolat Pasuruan yang sama dengan varietas pembanding J11. Namun galur No 16 (J/91283-99-C-90-8) hasilnya lebih tinggi (2,5 t/ha polong kering) dari hasil kacang tanah varietas pembanding Jerapah (2,30 t/ha polong kering) pada lingkungan yang relatif produktif. Terdapat indikasi bahwa 13 (MHS/91278-99-C-180-6), 2 (J/911227-99-C-120-4), 4 (ICGV 91227), 3 (MHS/91278-99-C-174-6), 5 (MHS/91278-99-C-180-5), 8 (J/91283-99-C-194-10) dan 14 (J/91283-99-C-195-5) berinteraksi positif dengan lingkungan yang kurang produktif. Galur No. 5 memberikan hasil rata-ratanya sama dengan varietas Jerapah dan berindikasi toleran terhadap kondisi basah pada stadia R7 (pengisian polong). Hasil penelitian an analisis menyarankan agar: (1) galur No. 16 (J/91283-99-C-90-8) dan Galur No.7 (J/91283-99-C-192-17) diusulkan sebagai VUB yang baru berdaya hasil tinggi, stabil, tahan A. flavus dan berapatasi luas dan 2. Menguji kesesuaian galur-galur No. 13 (MHS/91278-99-C-180-6), No.2 (J/911227-99-C-120-4), No.4 (ICGV 91227), No.3 (MHS/91278-99-C-174-6), No.5 (MHS/91278-99-C-180-5), No. No.8 (J/91283-99-C-194-10) dan No.14 (J/91283-99-C-195-5) pada lingkungan suboptimal.


Download :  AstantoDkk.rar


Arsip Repositori