Varietas Unggul dan Klon-Klon Harapan Ubikayu untuk Bahan Baku Bioetanol

Penggunaan bahan bakar fosil (fossil fuel) secara terus menerus menimbulkan dua ancaman serius: (1) faktor ekonomi, berupa jaminan ketersediaan bahan bakar fosil untuk beberapa dekade mendatang, masalah suplai, harga, dan fluktuasinya serta (2) polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil ke lingkungan. Polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil memiliki dampak langsung maupun tidak langsung kepada derajad kesehatan manusia. Sedangkan polusi tidak langsung berdampak pada pemanasan global (Global Warming Potential). Munculnya permasalahan tersebut telah memacu berbagai pihak untuk mengembangkan sumber energi alternatif nonfosil yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan. Pengenalan energi alternatif tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang pada saat ini harganya mendekati 150 $ US per barrel.

Dalam kondisi harga BBM yang cenderung terus naik, saat ini berbagai jenis energi terbarukan mulai kompetitif terhadap bahan bakar tanpa subsidi. Salah satu sumber energi nonfosil yang mulai dikembangkan untuk kendaraan bermotor adalah bioetanol. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang biaya produksinya sama atau bahkan cenderung lebih murah dibandingkan dengan bensin tanpa subsidi. Rendahnya biaya produksi bioetanol karena sumber bahan bakunya merupakan bahan pertanian yang tidak bernilai ekonomis dan berasal dari hasil pertanian budidaya yang dapat diambil dengan mudah. Dilihat dari proses produksinya juga relatif sederhana dan murah. Keuntungan lain dari bioetanol adalah nilai oktannya lebih tinggi daripada bensin sehingga dapat menggantikan fungsi bahan aditif, seperti metil tertiary butyl ether dan tetra ethyl lead yang dipilih menggantikan timbal pada bensin.

Download :  5VUBdanklonUbikayuuntukethanol.pdf