Metode Penapisan Kedelai Toleran Salinitas


Salinitas pada umumnya bersumber pada kadar garam yang terlarut dalam tanah atau air tanah. Salinitas dapat didefinisikan sebagai kondisi tanah dengan EC > 4 dS/m (setara dengan 40 mM NaCl), tekanan osmotik 0,2 MPa, dan exchangeable sodium percentage (ESP) < 15. Salinitas dapat terjadi pada lahan kering iklim kering dan lahan rawa pasang surut yang berada di dekat pantai. Luas lahan salin semakin bertambah akibat degradasi lahan pada lahan optimal. Kombinasi pemupukan yang berlebih, sistem pengairan yang buruk dan perubahan iklim merupakan beberapa faktor penyebab salinitas. Hal ini menyebabkan salinitas menjadi isu penting dalam pengembangan pertanian saat ini dan yang akan datang. Penelitian terkait evaluasi ketahanan kedelai terhadap salinitas telah banyak dilakukan, namun, masih terdapat inkonsistensi respon genotipe kedelai terhadap cekaman salinitas. Makalah ini bertujuan untuk mereview metode penapisan kedelai toleran salinitas untuk memperoleh metode yang tepat. Penapisan kedelai toleran salinitas perlu dilakukan pada seluruh fase pertumbuhan untuk melihat konsistensi ketahanan genotipe terhadap salinitas. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penapisan kedelai toleran salinitas adalah (1) kontrol DHL secara berkala, (2) pemilihan variabel pengamatan yang berkorelasi langsung dengan karakter toleran salinitas, (3) uji pendahuluan untuk menentukan batas kritis salinitas genotipe bahan uji dan (4) melakukan penapisan molekuler untuk mereduksi jumlah genotipe uji apabila jumlah genotipe sangat banyak. Kegiatan tetap dilanjutkan dengan penapisan fisiologis mengingat fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dengan lingkungan.

Kata kunci: Kedelai, salinitas, toleran, penapisan.

Penulis : Pratanti Haksiwi Putri
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Topik : Metode Penapisan Kedelai
Kategori : Kedelai
Subjek : Kedelai Toleran Salinitas
Halaman : 67-76
Download : 07-iptek11012016Pratanti.pdf

//