Peranan Methylobacterium spp. dalam Meningkatkan dan Mempertahankan Vigor Benih Kedelai


Kedelai dapat berfungsi sebagai pangan fungsional dan sumber protein penting dalam menu makan di Indonesia. Faktor penentu dalam peningkatan hasil kedelai adalah penggunaan benih bermutu tinggi. Faktor pembatas penyediaan benih kedelai di daerah tropis adalah kemunduran mutu benih yang berlangsung cepat selama penyimpanan. Benih bermutu tinggi dicirikan oleh vigor yang tinggi, yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu vigor kekuatan tumbuh dan vigor daya simpan. Vigor kekuatan tumbuh mengindikasikan vigor benih pada kondisi alam suboptimum, sedangkan vigor daya simpan adalah kemampuan benih untuk disimpan dalam kondisi suboptimal. Perlakuan benih menggunakan “mikroba bermanfaat” dapat melindungi tanaman pada tahap pembibitan atau persemaian, hingga selama siklus hidup tanaman. Methylobacterium spp. dapat hidup pada senyawa berkarbon tunggal (C1) dari tanaman, yaitu metanol (CH3OH) atau metilamina (CH3NH2) sebagai sumber karbon. Methylobacterium spp. dapat memproduksi IAA, GA3 dan transzeatin, serta dapat memproduksi PQQ dan tokoferol. Tokoferol merupakan zat antioksidan yang dapat membatasi oksidasi lipid nonenzimatik benih selama penyimpanan, perkecambahan, dan perkembangan awal bibit. Methylobacterium spp. dapat digunakan untuk meningkatkan perkecambahan benih kedelai dengan cara inokulasi benih atau dengan imbibisi benih, sedangkan untuk mempertahankan daya simpan benih kedelai dapat digunakan teknik pelapisan benih yang diintegrasikan dengan Methylobacterium spp.

Kata kunci: Kedelai, benih, vigor, Methylobacterium spp., pelapisan benih.

Penulis : Ratri Tri Hapsari1, Selly Salma2, Eni Widajati3, dan Maryati Sari3
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 3Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB
Topik : Peranan Methylobacterium spp.
Kategori : Kedelai
Subjek : Meningkatkan dan Mempertahankan Vigor Benih Kedelai
Halaman : 57-66
Download : 06-iptek11012016Ratri.pdf

//