Karakter Morfofisiologi dan Agronomi Kedelai Toleran Salinitas


Varietas kedelai toleran salinitas lebih ekonomis untuk mengantisipasi meluasnya areal lahan dengan cekaman salinitas. Lahan pertanian di beberapa tempat di Indonesia telah mengalami peningkatan salinitas akibat pencemaran air irigasi, pemupukan berlebihan, intrusi air laut, dan kekeringan. Salah satu cara yang murah dan mudah untuk mengatasi masalah salinitas adalah menanam varietas toleran. Untuk mendapatkan varietas kedelai toleran salinitas diperlukan pengetahuan karakter morfofisiologi dan agronomis yang menjadi indikator toleransi genotipe kedelai terhadap cekaman salinitas. Peneliti mengklasifikasikan genotipe kedelai menurut toleransinya terhadap cekaman salinitas menjadi genotipe peka/sensitif, sedang, dan toleran, berdasarkan karakter seperti persentase tumbuh, kelangsungan hidup tanaman, tingkat keracunan garam secara visual, kadar K+, Na+ dan Cl- jaringan tanaman, kadar prolin, tingkat kebocoran elektrolit tanaman, kadar air tanaman, biomasa tanaman serta hasil biji atau penurunan hasil biji. Genotipe kedelai yang mampu tumbuh dan menghasilkan biji dengan baik pada kadar salinitas tanah di atas 5 dS/m berpotensi menjadi varietas toleran salinitas.

Kata kunci: Kedelai, salinitas, toleran, morfofisiologi, agronomis.

Penulis : Runik Dyah Purwaningrahayu
Institusi : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Topik : Karakter Morfofisiologi dan Agronomi Kedelai
Kategori : Kedelai
Subjek : Kedelai Toleran Salinitas
Halaman : 35-48
Download : 04-iptek11012016Runik.pdf

//