Perubahan pola hidup dan pola makan masyarakat Indonesia dewasa ini, telah mendorong meningkatnya konsumsi pangan berbahan gandum sehingga mendominasi pasar karena mudah diawetkan dan disajikan secara cepat, antara lain dalam bentuk roti dan mie instan. Semakin meningkatnya konsumsi pangan berbahan gandum menyebabkan impor gandum terus membengkak hingga mencapai 7 juta ton pada tahun 2015. Pemerintah berusaha menggali kemungkinan produksi gandum di dalam negeri. Sebagai tanaman subtropis, gandum memerlukan suhu sejuk, di bawah 20o C, pada awal pertumbuhan hingga menjelang berbunga, kemudian memerlukan suhu yang lebih tinggi pada fase selanjutnya, yang disertai dengan kelembaban rendah. Kondisi lingkungan seperti ini di Indonesia hanya terjadi pada ekosistem oleh lahan dataran tinggi, yang juga cocok untuk tanaman sayuran yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian gandum di Indonesia telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbang Tanaman Pangan sejak tahun 1980an, diawali dengan uji adaptasi galur introduksi bekerjasama dengan beberapa negara seperti Jepang, India, Pakistan, Filipina, dan Meksiko. Hasil penelitian menunjukkan gandum memiliki potensi hasil yang cukup menjanjikan di dataran tinggi dan medium. Empat varietas gandum (Nias, Timor, Selayar, Dewata) berhasil dilepas pada periode 1993-2004. Pada periode 2013-2014, melalui konsorsium penelitian gandum yang melibatkan Badan Litbang Pertanian, Perguruan Tinggi, dan PATIRBATAN, dilepas lagi tujuh varietas gandum yang dua di antaranya sesuai untuk lahan dataran medium. Namun hasil varietas tersebut termasuk kurang stabil. Buku ini diterbitkan untuk memberikan informasi berbagai aspek tentang gandum, baik sistem produksi maupun produksi dunia serta aspek teknis seperti pengelolaan hara, air, dan organisme pengganggu. Penerbitan buku gandum diharapkan dapat menjadi rujukan dan sekaligus bahan pertimbangan, mendorong timbulnya ide dan pemikiran untuk pengembangan gandum di Indonesia.

Untuk mengunduh e-book file Buku “Gandum, Peluang Pengembangan di Indonesia” silahkan klik di sini. (RHP)

Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan