Workshop Pengembangan Tepung Ubi Kayu Pregelatinisasi

Share this Post


Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB Pascapanen) dan Puslitbang Tanaman Pangan (Puslitbangtan), melaksanakan workshop pengembangan tepung ubi kayu pregelatinisasi untuk industri pangan nasional. Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pada Selasa (7/6). Hadir pada pertemuan tersebut Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Perwakilan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Penyuluh Pertanian, Kelompok Wanita Tani, Gapoktan/Poktan serta beberapa stakeholders terkait dengan total lebih dari 50 peserta. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Riset Produktif (RISPRO) Kompetitif yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Pembukaan kegiatan diawali dengan paparan perwakilan peneliti, yaitu Dr. Nuning Argo Subekti. Dalam paparannya, Dr. Nuning menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berjalan selama dua tahun dengan melibatkan petani maupun industri terkait. Kegiatan riset ubi kayu yang awalnya hanya kegiatan penelitian berupa pengenalan teknologi dan inovasi rakitan Badan Litbang Pertanian saat ini telah berkembang menjadi bisnis ubi kayu, dengan produk utama adalah tepung pregelatinisasi. “Para petani saat ini telah menjual chips kering kepada pabrik pembuatan tepung pregelatinisasi dengan harga yang lebih menguntungkan”, ungkap Dr. Nuning.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, M.Si, sangat mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh peneliti Badan Litbang Pertanian dalam dua tahun terakhir. Denis pun berharap agar kerjasama riset kolaboratif ini dapat terus berlanjut dalam berbagai aspek kedepannya. “Kami mengharapkan upaya kerja sama dapat terus terjalin secara berkelanjutan, baik dari sisi pendampingan teknologi produksi ubi kayu, pengolahan maupun pemasaran, bahkan kerja sama dengan para off taker, tujuannya agar para petani memperoleh peningkatan kesejahteraan”, ungkapnya.
Pada workshop kali ini, para peserta diberikan materi mengenai profil teknologi tepung ubi kayu pregelatinisasi oleh Dr. Endang Yuli Purwani (BB Pascapanen) serta materi pemasaran produksi dan branding produk tepung pregelatinisasi oleh Ir. I Putu Wardana, M.Sc (Puslitbangtan). Selain itu, para peserta juga mengikuti cooking class mengenai produk-produk yang potensial untuk dikembangkan di setiap lokasi secara antusias, terutama ketika menikmati berbagai hidangan olahan tepung pregelatinisasi yang disediakan oleh tim BB Pascapanen.

Di akhir pertemuan, Dr. Endang mewakili tim menyampaikan terima kasih atas atensi dan antusiasme para peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan workshop kali ini. “Kami berharap, kegiatan ini akan terus berlanjut dengan percontohan yang telah kami lakukan di Kecamatan Warung Kiara dan Kecamatan Cigombong selama dua tahun terakhir”, tuturnya. Dr. Endang juga mengungkapkan bahwa kegiatan RISPRO yg dilaksanakan telah mengimplementasikan prinsip pentahelix dalam dunia riset, yaitu melibatkan kolaborasi para stakeholders yang terdiri dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media. (RPR/ODP)