Tekan Impor, Industri SOYJOY Manfaatkan Varietas Kedelai Balitbangtan Untuk Produksi

Share this Post


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus berinovasi dalam hal perakitan varietas guna menghasilkan varietas-varietas unggul baru yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.  Salah satunya adalah varietas Osoya 1 Agritan dan Osoya 2 Agritan yang dilepas oleh Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) pada Juni 2021.

Kedelai varietas Osoya 1 Agritan dan Osoya 2 Agritan dilepas untuk memenuhi kebutuhan industri makanan yang diproduksi oleh PT. Amerta Indah Otsuka (PT. AIO). PT. AIO merupakan perusahaan yang menghasilkan salah satu produk olahan berbasis kedelai dengan nama dagang Soyjoy yang resmi beroperasi di Indonesia sejak tahun 2018.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa PT. AIO yang berlokasi di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur , selama ini mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku utama yang sesuai untuk produk tersebut. Sehingga, dalam proses produksinya pihak perusahaan selalu menggunakan bahan baku kedelai non-GMO yang diimpor dari negara tertentu.

PT. AIO selaku perusahaan makanan dengan kapasitas produksi 60 juta batang Soyjoy per tahun, ke depannya akan mengganti bahan bakunya dengan kedelai Indonesia  yaitu Osoya 1 Agritan dan Osoya 2 Agritan. Kedua varietas merupakan hasil dari kerja sama dengan Balitbangtan dan telah memiliki standar mutu yang diinginkan yaitu berkadar gula total tinggi serta mempunyai rasa sesuai standar yang telah ditentukan untuk produk Soyjoy.

Kedelai varietas Osoya 1 Agritan dan Osoya 2 Agritan merupakan kedelai hasil persilangan antara Grobogan x Panderman-395-4 dan Grobogan x Panderman-428-1. Kedua varietas tersebut memiliki kadar gula 2,86% dan 2,73% serta lebih sesuai untuk Soyjoy. Selain itu, kedua varietas tersebut memiliki potensi hasil lebih dari 3,5 t/ha, dengan biji berukuran besar (>23 g/100 biji) dan berumur genjah (78 hari). (Uje/HRY)