Pemanfaatan Refugia Sebagai Pengendali OPT Alami Padi Di Lahan Rawa

Share this Post


Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu masalah utama pengembangan usaha tani padi di lahan rawa di samping masalah fisiko-kimia lahan serta kendala sosial ekonomi dan kelembagaan. Pada kondisi OPT yang sangat berat dapat mengakibatkan tanaman padi menjadi puso. Untuk itu, strategi pengendalian OPT mengacu pada konsep pengendalian hama penyakit terpadu melalui penerapan strategi pengendalian yang tepat berupa kombinasi berbagai komponen teknologi pengendalian yang disesuaikan dengan stadia pertumbuhan padi serta jenis hama dan penyakitnya. 

OPT secara alami bergantung pada kelestarian agroekosistem dan komponen lokasi pertanaman. Organisme yang sering menyerang tanaman padi di lahan rawa antara lain jamur Pyricularia orizae penyebab penyakit blast, hawar daun bakteri, busuk batang, penyakit tungro, penyakit bercak daun, penyakit busuk pelepah daun, dan penyakit fusarium. Untuk membasmi penyakit pada tanaman padi tersebut, petani rata-rata menggunakan pestisida sebagai pembasmi instan untuk OPT padi. Namun, penggunaan pestisida secara terus menerus berdampak pada tingginya biaya produksi dan dapat membunuh organisme yang bermanfaat sebagai musuh alami pada hama tanaman padi. Sehingga, dapat menjadi penyebab timbulnya peledakan hama penyakit yang dapat menurunkan produksi padi.

 Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati karena dampak negatif penggunaan pestisida yaitu dengan cara memanfaatkan tumbuhan berbunga yang ada pada pematang sawah (tanaman refugia). Refugia adalah mikrohabitat yang menyediakan tempat berlindung secara spasial dan/atau temporal bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, serta mendukung komponen interaksi biotik pada ekosistem, seperti pollinator atau serangga penyerbuk. Tanaman refugia dapat dijadikan tempat perlindungan bagi musuh alami serta sebagai penyedia pakan. Tanaman refugia dapat mendukung kegiatan konservasi sebagai pilihan dalam menjaga agroekosistem pada lahan pertanian. Dampak dari pemanfaatan refugia pada tanaman padi mampu meningkatkan hasil produksi sebesar 15,1%.

Jenis Refugia dan Aplikasinya
Jenis-jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman refugia antara lain tanaman berbunga, gulma berdaun lebar, tumbuhan liar yang ditanam atau yang tumbuh sendiri di areal pertanaman, dan sayuran, biasanya berasal famili Umbelliferae, Leguminosae, dan Compositae atau Asteraceae yang memiliki karakter pertumbuhan terbuka dan waktu berbunga yang cukup lama. Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini memiliki warna bunga yang mencolok dan diminati musuh alami. 

Tanaman refugia ditanam berjajar memanjang pada pinggiran pematang atau tanah kosong di sekitar sawah. Penanaman juga diusahakan sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Usahakan tidak terlalu rimbun karena dikhawatirkan dapat mengundang hama lain misal hama tikus pada pertanaman padi. Tanaman refugia ditumbuhkan sebelum padi sebagai tanaman utama ditanam, sehingga sebaiknya refugia ditanam sebelum olah tanah. Dengan demikian saat tanaman padi mulai tumbuh, refugia diharapkan sudah berbunga sehingga dapat menyediakan sumber makanan bagi musuh alami. (NRP/HRY)