Mentan SYL Hadiri Sarasehan Petani Milenial Di Makassar

Share this Post


Menteri Pertanian Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo (SYL),  menghadiri sekaligus menyampaikan arahannya pada Sarasehan Petani Milenial Gelombang II yang berlangsung di Hotel Claro Makassar,  Jumat (07/10) lalu. Sarasehan diikuti oleh lebih dari 600 petani milenial yang memperoleh pengenalan seluruh program unggulan Kementan yang inovatif dan kolaboratif dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Syahrul mengemukakan, sarasehan ini merupakan ajang pertemuan untuk menyatukan hati dan emosional untuk bertekad mengawal bangsa dan kehidupan rakyat. Menurutnya, bahwa keberhasilan Indonesia dalam hal ini capaian swasembada beras tidak lepas dari peran Petani Milenial. Oleh karena itu,  ia pun berharap para Petani Milenial dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga sistem pangan yang keberlanjutan. 

“Bagi para petani milenial harus membangun kelembagaan dan membangun networking. Fokus pada satu pengembangan komoditas saja baru setelahnya fokus ke yang lainya. Saya mau kalian berhasil dan menjadi penolong bagi orang yang ada disekitarmu,” katanya menegaskan

Mentan SYL menambahkan, negeri ini semakin membutuhkan pertanian. Hal ini tak lain karena krisis pangan, yang dipicu oleh adanya pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan perang Rusia dan Ukraina, termasuk perang dagang Amerika dan China yang sudah terjadi di depan mata kita. Sehingga, Mentan SYL pun mendorong para petani milenial di wilayah Indonesia Timur agar menyiapkan konsepsi pertanian modern melalui aplikasi digital sistem yang terkoneksi dengan berbagai networking. Langkah ini penting dilakukan agar Indonesia mampu terhindar dari ancaman krisis pangan global.

Selama Sarasehan berlangsung, berbagai kegiatan menjadi agenda para petani milenial wilayah Indonesia Timur, mulai dari Milenial talks, pameran produk pertanian unggulan hingga kegiatan pentas seni. Badan Litbang Pertanian/BSIP ikut ambil bagian di sarasehan dengan menampilkan beragam produk-produk pertanian unggulan dari petani peserta sarasehan antara lain berbagai benih tanaman serealia, produk kopi, gula aren, produk hortikultura seperti cabai, semangka.  Sementara itu, Puslitbangtan, Balitsereal, dan Lolit Tungro ikut mendukung dengan menampilkan beberapa materi display pameran. Adapun materi tersebut antara lain publikasi Jarwo Super dan deskripsi varietas unggul baru tanaman pangan, publikasi teknologi budidaya sorgum unggul bebas limbah serta benih jagung (Varietas JH-27, JH-37, Srikandi Ungu-1), sorgum (VarietasSuper-2, Suri-3, Suri-4, Numbu), termasuk dua  varietas padi Inpari 36 dan Inpari 37.   

Sarasehan Petani Milenial II ditutup dengan kegiatan Pentas Seni yang diisi oleh penampilan para perwakilan petani milenial. Di sini, para petani binaan Balitbangtan/BSIP berhasil memperoleh peringkat II.  Ke depan, petani binaan Balitbangtan/BSIP  berharap  komunikasi tetap terjalin meski kegiatan Sarasehan Petani Milenial yang kedua telah berakhir. Selain itu, mereka juga berharap semoga kolaborasi antarpetani terus berlanjut dan semakin meluas sehingga akan dapat mendukung terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang Maju, Mandiri, dan Modern. (HRY)