Kunjungan Lapang Ke Kabupaten Sambas Upaya Untuk Meningkatkan Produktivitas

Share this Post


Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) laksanakan koordinasi dan kunjungan lapang ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Selasa (14/6). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil evaluasi luas tanam padi, jagung dan kedelai (pajale) yang mana Kepala Puslitbangtan sendiri sebagai Penanggung Jawab Tim Supervisi dan Pendampingan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementan di Provinsi Kalimantan Barat.

Acara kunjungan lapang Kepala Puslitbangtan ke Kabupaten Sambas diawali dengan rapat koordinasi bersama Kepala BPTP Kalimantan Barat Anjar Suprapto S.TP., MP. dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Ir. H. Musanif M.Si. Rapat koordinasi ini untuk bersama – sama mencari solusi atas rendahnya produktivitas padi dan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Pajale Kab. Sambas yang tidak sesuai target pada periode Oktober – Maret 2021/2022 .

Menurut Musanif rendahnya produktivitas padi dan capaian LTT Kabupaten Sambas disebabkan oleh beberapa hal antara lain kurang tepatnya penerapan KSA yang dilakukan oleh BPS dalam mengambil sampel untuk mengukur produksi dan produktivitas padi. “Kabupaten Sambas merupakan kabupaten yang memilki luasan lahan sawah yang terbesar di Provinsi Kalimantan Barat, oleh karena itu perlu kerangka pengambilan sampel yang sesuai agar hasil perhitungan sampel dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan”. ujar Musanif

Selain itu, Musanif juga menyampaikan bahwa “pada bulan maret terjadi kemarau panjang, sehingga terjadi pergeseran tanam untuk pertanaman padi, dan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Sambas juga terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit” jelasnya

Dalam koordinasinya Priatna Sasmita menyampaikan maksud kedatangannya ke Kabupaten Sambas ini sebagai tindaklanjut evaluasi rapat koordinasi di Kementerian Pertanian dan menjelaskan bahwa capaian LTT pajale yang sesuai target harus menjadi perhatian khusus karena peningkatan luas tanam merupakan salah satu indikator kinerja dari kondisi pertanian di Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat pada umumnya.

“hasil evaluasi luas tanam padi, jagung dan kedelai di Kabupaten Sambas periode Oktober – Maret 2021/2022 tidak sesuai target, padahal ini adalah salah satu indikator kinerja dari kondisi pertanian di Kabupaten Sambas” paparnya

Lebih lanjut Priatna Sasmita juga menyarankan agar Dinas Pertanian untuk bekerjasama dengan BPS dalam pengambilan sampel KSA.

“Apabila yang menjadi masalah dalam pendataan baiknya Dinas Pertanian untuk kerja sama dengan pihak BPS agar pihak dinas pertanian dapat melakukan pendampingan ketika sampel KSA diambil sehingga secara bersama – bersama dapat memberikan data produksi dan produktivitas yang representatif dan dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Adapun pergeseran jadwal tanam yang terjadi di bulan maret dapat di kontribusikan pada bulan berikutnya” sarannya

Selanjutnya Priatna juga menyampaikan bahwa dengan potensi lahan sawah yang luas yaitu 43.514 ha dan Indeks pertanaman hampir mencapai 2 kali pertahun peningkatan produksi dan produktivitas padi merupakan hal yang seharusnya dapat dilakukan.

“seharusnya tidak susah untuk meningkatkan produktivitas di Kab. Sambas, Produktivitas saat ini dengan rata -  rata 2,7 t/ha dapat ditingkatkan dengan introduksi teknologi yang tepat dan sesuai, seperti misalnya penggunaan benih VUB yang baik dan bersertifikat”. ujarnya

Setelah acara koordinasi Kepala Puslitbangtan beserta tim melakukan kunjungan lapang ke salah satu petani yang berada  di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas. Salah satu petani padi yang ditemui Pak Nurdin mengungkapkan bahwa pada musim sebelumnya hasil produksi padinya di atas rata-rata di Kabupaten Sambas.

“dari 4 ha sawah yang digunakan untuk tanam padi, rata – rata hasil yang didapatkan adalah 7 t/ha GKP bahkan pernah mencapai 8 ton/ha” ucapnya

Lebih lanjut lagi pak Nurdin juga menyampaikan bahwa keberhasilan dan keluhan dalam menanam padi hingga produktivitasnya di atas rata-rata di Kabupaten Sambas.

“dalam budidaya padi harus sesuai dengan kalender tanam dan kondisi iklim pada musim yang berlangsung. Dengan menanam padi 2 kali dalam setahun hama yang sering menyerang adalah tikus dan wereng coklat. Selain itu beliau pula sudah biasa menerapkan varietas unggul baru (VUB), menerapkan pupuk organik, juga jarak tanam dengan cara jajar legowo 4:1. Saat ini VUB yang ditanam di lahan beliau adalah tarabas, inpari nutri zinc dan juga inpari 42”. tutupnya (Uje/HRY/RPR/BP)