Meningkatkan Nilai Gizi Jewawut dengan Biofortifikasi

Seiring dengan perkembangan zaman, kesehatan adalah faktor utama yang dijaga dan sebagai aset dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Untuk menjaga kesehatan tersebut, maka setiap bahan pokok makanan yang dikonsumsi harus terkandung gizi yang cukup. Bahkan beberapa negara tertinggal membutuhkan pangan bergizi tinggi untuk memperbaiki kondisi malnutrisi masyarakatnya. Atas dasar hal tersebut dunia pertanian memfokuskan penambahan nilai gizi hasil produksi tanaman pangan, salah satunya melalui tehnik biofortifikasi. 

Biofortifikasi merupakan proses menambahkan dan atau meningkatkan kualitas nutrisi pada tanaman bahan pangan. Hal tersebut sebelumnya pernah dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), Badan Litbang Pertanian pada tanaman jagung. Varietas jagung yang telah di Biofortifikasi oleh Balitsereal adalah  jagung QPM (Quality Protein Maize) yaitu varietas Srikandi kuning dan putih serta jagung kaya provitamin A varietas Provit A 1 dan 2.

Atas keberhasilan melakukan biofortifikasi pada tanaman jagung, kini Balitsereal bekerjasama dengan ICRISAT telah melakukan biofortifikasi pada tanaman jewawut melalui penambahan 20% unsur besi untuk memperbaiki kandungan nutrisi jewawut. Penambahan kandungan besi jewawut diharapkan dapat memperbaiki status nutrisi dan kemampuan kognitif pada ibu dan anak.

Jewawut atau millet merupakan komoditas serealia yang banyak ditanam di Indonesia sebagai bahan pangan atau olahan produk sekunder seperti bubur, dodol, nasi jewawut, serta mie. Jewawut banyak ditemukan di wilayah timur Indonesia seperti di Pulau Buru Maluku, Flores NTT, Sulawesi Barat, Enrekang Sulawesi Selatan, Jambi dan beberapa provinsi lainnya.

Penyediaan komoditas pangan ini diharapkan juga dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat khususnya pencegahan penyakit anemia, serta dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi pangan fungsional dalam bentuk olahan basah dan kering atau subtitusi dengan terigu, beras dan komoditas pangan potensial lainnya. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar