Hasil Panen Teknologi KEPAS jadi Incaran Penangkar Benih di Kalimantan Selatan

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) kembali melaksanakan kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) Kedelai Pasang Surut (KEPAS) pada tanggal 02 Agustus 2018 di  Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sebelumnya kegiatan percontohan KEPAS di laksanakan di lokasi lahan pasang surut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi tahun 2017 dengan menggunakan varietas unggul Anjasmoro yang mampu meningkatkan produktivitas rata-rata 1,6 t/ha menjadi 2,1–2,8 t/ha.

Program nasional tanam kedelai serempak seluas 500.000 hektar dilaksanakan di 20 Provinsi, salah satunya di Kalimantan seluas 27.000 hektar.

Kegiatan GLIP KEPAS telah menunjukkan validasi sekaligus verifikasi inovasi yang baik, sehingga kedelai hasil panen telah diokup oleh penangkar setempat untuk dijadikan benih sumber. Benih kedelai saat ini tampak seksi di mata penangkar benih kedelai, tentunya bukan tanpa sebab dan alasan. Kebutuhan benih kedelai khususnya benih bersertifikat dari varietas unggul baru akan meningkat di tahun 2018−2020 menyongsong keinginan Pemerintah yang dituangkan dalam Roadmap Kementerian Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.

Dalam pemaparannya Kepala Puslitbang Tanaman Pangan (Dr. Ir. Muh. Ismail Wahab, MSi), menyatakan bahwa kedelai masuk ke dalam program nasional sehingga  pada tahun 2020 harus sudah swasembada. Menindaklanjuti program nasional tersebut, Kementerian Pertanian mengupayakan tanam serempak seluas 500.000 hektar yang akan dilaksanakan di 20 Provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan NTB. Dengan upaya tersebut sebelum tahun 2020, swasembada kedelai bisa diupayakan dan terwujud di tahun 2019. Rencananya hasil panen kedelai ini akan dijadikan benih untuk kegiatan pengembangan kedelai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar