Diapresiasi, Upaya Lolit Tungro Sebarkan Benih Taro

Kapuslitbang Tanaman Pangan Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, MSi mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kepala Loka Penelitian (Lolit) Penyakit Tungro dalam menyebarkan salah satu teknologi yang dimiliki melalui kegiatan penelitian dengan menyisipkan pengembangan benih TARO ke berbagai daerah. Hal ini mengemuka di sela-sela kegiatan Kapuslitbangtan saat berkunjung untuk pertama kalinya ke Lanrang, Sulsel, Senin (30/7).

Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, dan Inpari 9 Elo merupakan beberapa benih TARO yang lebih dulu hadir di tengah-tengah petani sejak dirilis tahun 2009. Kemudian, Lolit Tungro menghasilkan varietas baru Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang untuk melengkapi beragamnya kebutuhan benih tahan tungro yang sesuai dengan tingkat preferensi petani di berbagai daerah. Informasi yang diperoleh dari Loka Penelitian tersebut menyebutkan bahwa hingga kini penyebaran benih TARO telah menjangkau wilayah di luar Sulawesi Selatan di antaranya Aceh, Medan, Banten, Jambi, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan kawasan Indonesia Timur. Benih TARO (tahan tungro) merupakan salah satu benih yang diproduksi melalui UPBS Lolit Tungro untuk meningkatkan produktivitas padi terutama di daerah endemis agar dapat mengendalikan tungro.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi patahnya ketahanan terhadap tungro di masa yang akan datang, Kapuslitbangtan menyarankan agar tetap memunculkan inovasi varietas lainnya, tidak hanya mengandalkan pada Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang semata. Ia pun berharap melalui sumber daya yang ada nantinya dapat dihasilkan kembali varietas tahan tungro lanjutan dari varietas sebelumnya.

Di sisi lain, penyebarluasan informasi juga menjadi perhatian Kapuslitbangtan Menurutnya, di era media sosial ini peran penyebarlausan informasi melalui media sosial menjadi penting. Terutama informasi mengenai updating peta status penyakit tungro di indonesia maupun profil lembaga. “Hal kecil dapat menjadi besar apabila diekspose secara massif,” imbuhnya lagi. Ke depan, diharapkan Lolit Tungro dapat berperan menjadi “BB Padinya” Indonesia Timur. (HR/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar