Mengendalikan Hama Tikus pada Tanaman Jagung

Selain menyerang tanaman padi, tanaman jagung di lahan sawah dapat terserang oleh hama tikus. Tikus mempunyai daya reproduksi yang tinggi dimana hewan pengerat ini dapat melahirkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Populasi tikus juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sumber air, sarang, dan ketersediaan makanan. Oleh karena itu, bila tanaman jagung di lahan sawah bekas tanaman padi akan lebih cepat terserang oleh hama tikus. 

Tikus mendeteksi keberadaan sumber makanan dengan mengandalkan indera penciuman, pendengaran dan indera perasa. Oleh karena itu tikus umumnya menyerang tanaman jagung pada fase generative atau fase pembentukan tongkol dan pengisian biji. Tongkol yang telah masak susu dimakan oleh tikus sehingga tongkol menjadi rusak dan mudah terinfeksi jamur. Bagian yang disukai tikus umumnya pada ujung tongkol sampai bagian pertengahan.

Cara pengendalian habitat tikus harus memperhatikan bioekologi hewan ini yaitu dengan cara hayati, sanitasi, mekanis dan kimiawi. Pengendalian hayati dilakukan dengan memanfaatkan predator seperti kucing, ular, burung hantu. Penggunaan pathogen sebagai agen pengendali tidak dianjurkan karena berdampak negative bagi manusia. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan pembersihan dan penyempitan pematang atau tanggul.

Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan menggunakan pemagaran dengan plastic, pemasangan bubu perangkap, perangkap hidup, perangkap berperekat sampai penggunaan bunyi-bunyian. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan bahan beracun baik dalam bentuk ready mix bait atau ready mix dust yang banyak di jumpai di pasaran seperti Klerat Storm dan Ramontal. Penggunaan emposan menggunakan bahan fumigasi juga cukup efektif menekan populasi hama tikus. (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar