Pengembangan VUB Padi melalui Diseminasi

Sudah empat tahun Kementerian Pertanian mencanangkan program peningkatan produksi padi melalui peningkatan luas panen dan produktivitas. Salah satu komponen penting dalam mendukung program tersebut adalah tersedianya varietas unggul yang selanjutnya diadopsi oleh petani untuk meningkatkan produktivitas padi. 

Pemerintah sangat serius dalam pengembangan varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi yang spesifik lokasi dan memiliki toleransi terhadap cekaman biotik dan abiotik terutama dalam menghadapi anomali iklim global. 

Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian dalam kurun waktu 40 tahun (1978-2018) telah melepas 137 varietas padi yang terdiri dari 92 varietas padi inbrida untuk lahan sawah, 15 varietas padi inbrida untuk lahan kering (gogo), 11 varietas padi inbrida untuk lahan rawa, serta 19 varietas padi hibrida untuk lahan sawah.

Hingga kini, beberapa varietas Inpari telah ditanam dan diadopsi petani. Varietas Inpari diperkenalkan melalui diseminasi yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di setiap Provinsi.

Selain itu upaya yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian dalam penyebaran VUB adalah melakukan diseminasi VUB serta teknologi pendukung ke wilayah operasional di lapang.

Upaya tersebut  dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain Dinas Pertanian Provinsi dan di Kabupaten/Kota. Pengujian dalam pengembangan skala yang luas di lahan petani melalui uji adaptasi berupa display atau demfarm.

Bila VUB tersebut lebih baik dan lebih menguntungkan daripada varietas yang telah biasa ditanam oleh petani, maka petani diharapkan akan menanam (mengadopsi) VUB tersebut.

Hasil uji adaptasi atau demfarm yang dilakukan oleh BPTP di beberapa provinsi menunjukkan bahwa beberapa varietas Inpari lebih tinggi produktivitasnya dibandingkan dengan varietas yang telah biasa ditanam oleh petani.

Pengujian dengan varietas Inpari diperoleh peningkatan produktivitas rata-rata 0,99 ton/ha (16,99%) dengan kisaran 0,45 ton/ha di Aceh hingga 2,38 ton/ha di Bali. Bila peningkatan produktivitas rata-rata 0,99 ton/ha ini dikalikan dengan luas tanam padi di lahan sawah irigasi, maka akan diperoleh peningkatan produksi sekitar 5% dari target produksi padi.

Oleh karena itu percepatan adopsi/penggunaan beberapa varietas Inpari yang lebih tinggi produktivitasnya dibandingkan dengan varietas yang telah biasa ditanam oleh petani sangat diperlukan.(RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar