Meningkatkan Produksi Padi di Provinsi Maluku Utara

Dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional salah satunya adalah komoditi padi. Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi. Upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian selain menambah luas panen padi sawah juga mengembangkan dan meningkatkan  produksi padi lahan kering atau padi gogo di seluruh Indonesia.

Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018  mendapat program bantuan benih seluas 7.500 ha dan diharapkan dapat meningkatkan produksi padi pada lahan kering. Hal tersebut dikarenakan Provinsi Maluku Utara sebagian besar topografinya adalah daerah perbukitan hingga pegunungan dan masyarakatnya adalah petani tanaman tahunan seperti kelapa, cengkeh dan pala.

Kepala Puslitbang Tanaman Pangan sebagai penanggung jawab UPSUS di Provinsi Maluku Utara diinstruksikan oleh Menteri Pertanian agar dapat meningkatkan produksi padi di daerah ini. Salah satu upaya yang dilakukan oleh, Pj. UPSUS yakni mengoptimalkan lahan kering/tadah hujan untuk meningkatkan produksi padi. Apabila mengandalkan lahan sawah yang mempunyai lahan baku seluas 16.513 ha maka target produksi akan sangat sulit dicapai.

Petani di daerah ini telah terbiasa  menanam padi gogo namun masih menggandalkan varietas lokal dengan produktivitas yang rendah. Sebagai contoh di kabupaten Morotai petani menanam padi gogo dengan  menggunakan varietas Menyan yang produktivitas hanya 1.3-2 t/ha. Varietas padi gogo lokal tersebut sangat rendah produktivitasnya, namun demikian varietas lokal ini sangat digemari oleh masyarakat, karena memiliki bau yang harum (oleh karena itu masyarakat menyebutnya dengan varietas “Menyan”) dan memiliki rasa yang enak.

Menurut Kapuslitbang Tanaman Pangan, untuk meningkatkan pendapatan petani padi ladang di Provinsi Maluku Utara, maka program padi gogo seluas 7.500 ha akan menggunakan benih varietas unggul baru dengan produktivitas rata-rata 7-10 t/ha.  Varietas Inpago 8 dengan nasi yang pulen, tahan naungan serta potensi hasil yang dapat mencapai 8,1 t/ha. Selain itu, menurut Kapuslitbang Tanaman Pangan tanaman padi gogo juga tidak rakus hara, tahan terhadap cekaman abiotik, toleran terhadap kekeringan dan keracunan Al.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar