Masa Aktif CAPSA akan Berakhir, Kementan Lakukan Koordinasi

Hanya dalam waktu tigapuluh hari ke depan,  masa aktif kantor CAPSA yang terletak di area Puslitbangtan, Bogor, akan berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut, Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian (Biro KLN Kemtan) kembali mengadakan pertemuan  untuk berkoordinasi dengan Kerja Sama Balitbangtan, Puslitbangtan, PSE-KP, dan beberapa K/L terkait seperti Kemenlu, Kemensetneg RI, dan Setkab RI, Senin (28/5). Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti isu transisi CAPSA yang menjadi salah satu hasil utama Governing Council CAPSA Meeting ke-14 2017 dan agenda bahasan pada sidang komisi UNESCAP ke-74 di Bangkok 11-16 Mei lalu.

Saat memimpin pertemuan di Biro KLN Kemtan, Ka.Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Mesah Tarigan, MSc mengemukakan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti terkait mandat yang diberikan negara-negara anggota CAPSA kepada Indonesia mengenai  pembentukan  organisasi internasional baru di luar sistem PBB.  Yang pertama adalah perlunya pembentukan Tim Task Force Indonesia yang terdiri dari perwakilan Kemtan, Kemlu, Setneg, dan Setkab. Menurutnya, tugas tim ini adalah mempersiapkan terbentuknya organisasi intergovernmental baru tersebut, baik dari aspek legalitas maupun substansi. Lebih jauh, disampaikannya lagi bahwa akan segera dibuatkan SK untuk tim ini paling lambat di awal Juni. “Sebagian nama anggota tim sudah masuk dan mereka akan bekerja hand in hand dengan Tim Task Force ESCAP,” ujar Kepala Biro KLN yang menjadi ketua Delri pada sidang UNESCAP ke-74 tersebut.      

Hal kedua yang juga menjadi perhatian adalah rencana meeting dengan negara anggota lainnya yang akan dilakukan di Bangkok Thailand sekitar tanggal 25/26 Juni 2018. Rencana ini sengaja disiapkan utk membahas kembali TOR/concept note yang telah disusun oleh Indonesia sekaligus mengkonfirmasi kembali komitmen para negara anggota, baik kontribusi atau pun keseriusan mereka terhadap terbentuknya "New CAPSA". Sejauh ini, Filipina telah menyampaikan kembali dukungan positif melalui surat elektronik.

Sementara itu, dua hal lain yang ikut dibahas pada pertemuan adalah proses transfer asset CAPSA dan penyusunan draf agreement untuk negara-negara anggota CAPSA. Terkait asset, pihak CAPSA bermaksud akan segera memberikan sebagian asetnya kepada organisasi baru setelah terbentuk. Namun demikian, mekanismenya masih akan ditentukan kemudian mengingat terbentuknya organisasi masih memerlukan waktu dan menyangkut aspek maintenance apabila disimpan sementara di Puslitbangtan. Di sisi lain, penyusunan draf agreement dari negara-negara anggota terhadap pembentukan organisasi intergovermental baru diperlukan bagi Indonesia untuk menjamin komitmen dukungan  dari anggota CAPSA. Meski demikian, Kepala Biro KLN menginformasikan bahwa pembentukan organisasi tidak diberi batasan waktu oleh pihak UNESCAP, namun akan tergantung pada kesiapan/komitmen Indonesia sebagai host country termasuk dukungan negara-negara anggota. (HRY/RTPH)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar