Bimtek Inovasi Teknologi PAJALE Mendukung Kedaulatan Pangan

Bimbingan Teknis Inovasi Teknologi Padi, Jagung, dan Kedelai yang dilakukan oleh Puslitbangtan bersama dengan UPT di lingkupnya serta didukung oleh BPTP Sulawesi Selatan ini meliputi pemaparan berbagai materi mengenai Paket Teknologi Tanaman Pangan. Adapun paket teknologi yang disampaikan antara lain: Teknologi Padi Jajar Legowo Super (Jarwo Super), Teknologi Pengendalian Tungro (Jarwo Bio Taro), Teknologi Sistem Tanam Larikan Padi Gogo (Largo Super), Teknologi Jagung Lahan Kering (Jaring), Teknologi Budi daya Kedelai Lahan Sawah dan Sawah tadah hujan (Biodetas), Teknologi Budi daya Kedelai Lahan Pasang Surut (Kepas), Budi daya Kedelai Bawah Naungan (Budena), Budi daya Kedelai Tumpangsari (Budesari), Budi daya Kedelai Tanpa Pestisida (Budenopi), serta inovasi teknologi lainnya. Selain pemaparan, juga dilakukan diskusi secara interaktif antara peserta dengan narasumber di bidang padi, jagung, dan kedelai dari UPT lingkup Puslitbang Tanaman Pangan seperti BB Padi, Balitkabi Balitsereal, dan Lolit Tungro.

Sambutan Kepala Badan Litbang Pertanian yang disampaikan oleh Kapuslitbangbun Dr. Ir. Fadjri Jufri, M.Si, menyampaikan bahwa “Bimtek ini sebagai salah satu langkah peran aktif Badan Litbang Pertanian dalam mendukung implementasi visi, misi dan program Pemerintah mewujudkan Kedaulatan Pangan, seperti yang tersurat dalam Nawacita. Ini juga merupakan cita-cita Menteri Pertanian dalam menebarkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045”.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota komisi 4 DPR RI Dr H. Andi Akmal Pasluddin yang juga hadir dan membuka kegiatan Bimtek ini secara resmi. Melalui sambutannya, ia berpendapat bahwa kesejahteraan petani hanya akan terwujud apabila benih unggul selalu tersedia dan harganya terjangkau oleh petani. “Benih perlu dijadikan nomor satu dalam urutan prioritas pembangunan pertanian  dan input utama dalam pengembangan perbenihan adalah investasi dalam R&D. Hak petani adalah mendapatkan benih terbaik, negara menyediakannya,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pengetahuan dan pemahaman para petani peserta terhadap inovasi teknologi tanaman pangan khususnya padi, jagung, dan kedelai. Lebih dari itu, setelah acara Bimtek dapat melahirkan petani yang tidak hanya paham akan budi daya padi, jagung, dan kedelai inovasi teknologi hasil Balitbangtan akan tetapi juga dapat menjadi agen sosialisasi inovasi teknologi Balitbangtan bagi petani di wilayahnya.

Akhirnya kegiatan Bimtek selama dua hari ini ditutup secara resmi oleh Kasubid PHP, Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Ronald Hutapea (8/5) dengan menyampaikan petuah Pepatah Bugis yang memberikan semangat dalam perjuangan hidup “Resopa Temmangingi Namalomo Neletei Pammase Dewata” agar petani lebih semangat mengembangkan usahatani Padi, Jagung dan Kedelai. (RTHP/HRY)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar