BUDENA Solusi Kedelai di Bawah Naungan

Selain padi dan jagung, kedelai merupakan salah satu komoditi pangan utama di Indonesia yang harus terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan terhadap komoditas kedelai di dalam negeri dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Produksi kedelai dalam negeri masih rendah, dimana dalam setahun hanya mampu memenuhi 50% dari 2,4 juta ton kebutuhan nasional.

Ada beberapa permasalahan yang menjadikan produksi kedelai dalam negeri rendah yaitu semakin berkurangnya luas areal tanam kedelai serta produktivitasnya yang masih rendah. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dengan berbagai upaya terus berinovasi agar dapat mendongkrak produksi kedelai nasional. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan lahan perkebunan rakyat atau lahan perkebunan swasta. Hal tersebut dilakukan karena lahan subur untuk perluasan areal kedelai semakin menyempit, maka Balitkabi berupaya mengembangkan pertanaman kedelai di bawah tegakan tanaman perkebunan serta tanaman hutan.

BUDENA (Budi Daya Kedelai Di bawah Naungan) sistem pengembangan kedelai di bawah tegakan tanaman tahunan atau tumpangsari dengan tanaman pangan lain, diharapkan menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Dalam pengembangan teknologi BUDENA digunakan varietas khusus yang tahan naungan.

Saat ini Pengembangan BUDENA oleh Balitkabi sedang dikembangkan di Mojokerto dengan luas areal 40 ha pada kawasan hutan kayu putih dengan menggunakan 4 VUB (Dena1, Dega 1, Anjasmoro dan Argomulyo). Pengembangan kedelai dengan sistem BUDENA tersebut diperkirakan rata-rata produktivitas per hektar mencapai 2,0 - 2,5 ton.

Adapun manfaat lain dari pengembangan kedelai dengan teknologi BUDENA tersebut selain meningkatkan produksi dan menambah areal tanam kedelai. Tanaman kedelai tersebut bermanfaat untuk menambah kesuburan tanah akibat kerja bintil akar mengikat N dari udara. Kemudian Bintil akar kedelai teringgal di dalam tanah dan menjadi penyubur tanah. (RTPH/UJE/LEN)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar