Sorgum Harapan Baru Bagi Pangan di Nusa Tenggara Timur

Sorgum merupakan tanaman semusim yang toleran terhadap kekeringan dan tidak banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Tanaman sorgum mampu beradaptasi pada berbagai agroekosistem serta prospektif dikembangkan pada lahan marginal terutama pada lahan kering. Tanaman sorgum di Indonesia dapat dengan mudah dan tumbuh subur termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur karena di kedua provinsi tersebut memiliki banyak lahan kering. Tanaman sorgum oleh masyarakat NTB dan NTT menjadi pangan alternatif pada musim kemarau.

Di Provinsi NTT sudah ada perhimpunan petani untuk membangun gerakan bersama dikalangan petani untuk mengangkat kembali berbagai sumber pangan lokal. Dalam acara pertemuannya yang ke IV perhimpunan petani Pangan Lokal NTT menawarkan tanaman sorgum sebagai solusi rawan pangan akibat kekeringan. Sorgum dipilih untuk dibudidayakan karena relatif sudah dikenal oleh warga. Kondisi tanah dan iklim di NTT pun cocok untuk sorgum yang tahan hidup di lahan kering, tahan serangan hama dan penyakit, serta memiliki produktivitasnya yang tinggi.

Pada acara pertemuan tersebut Kementerian Pertanian, melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia berkesempatan menyerahkan bantuan berupa benih pokok (BS) sorgum. Hal ini merupakan upaya untuk terus secara konsisten mendaratkan inovasi teknologi terutama perbenihan kepada masyarakat petani. Diseminasi benih dengan menyerahkan dua varietas unggul yaitu Varietas Numbu dan Kawali yang potensi hasilnya bisa mencapai 4-5 t/ha. #VUBSorgum untuk #KetahananPangan (RTPH/Uje)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar