Varietas Padi Inpari 32 Primadona di Mojokerto

Sukses Inovasi Jarwo Super pada Tahun 2017 kerjasama Puslitbangtan dan BPTP Jawa Timur, berdampak berkembangnya Inpari 32 di Kecamatan Gedeg. Hamparan seluas 24 ha sore itu dipanen petani dan langsung ditimbang dilapangan. Panen yang dilakukan oleh kelompok tani Maju yang dikomandani oleh Bapak Tarbin tersebut  dihadiri Kapuslitbangtan, Kepala Balitkabi, BPTP Jatim, Babinsa, PPL dan para petani.

Gangguan hama burung tidak menyurutkan semangat petani karena harga jual gabah sangat memikat yaitu Rp. 5.500/kg kering panen. Ibu-ibu wanita tani menarik tambang yang terhubung dengan rumbai-rumbai bendera ratusan meter untuk menghalau burung. Suatu semangat juang demi suksesnya panen untuk hadang paceklik.

Atas bimbingan BPTP Jatim Provitas Inpari 32 mencapai  8,2 ton/ha. Untuk efisiensi usahatani dibawah bimbingan Budiono BPTP Jatim petani memelihara ratun untuk musim berikutnya. "Ratun Jarwo Super 2:1  berpotensi menghemat biaya 4 juta/ha" kata Budiono.  Kapuslitbangtan bersama Kepala Balitkabi ikut menyaksikan langsung proses penimbangan hasil panen tersebut.

Pak Tarbim mengatakan bahwa pertanaman padi di lahan ini selalu panen pada bulan Januari sampai dengan Februari awal. Dalam satu tahun, petani melakukan 3 kali tanam dan 3 kali panen, dengan provitas yang sama-sama baik. Selain di Desa Gempol Krep panen raya juga dilaksanakan di kecamatan Pacet (201 ha), Gondang (143 ha) dan Trowulan (106 ha). Total luas panen Kabupaten Mojokerto bulan Januari 882 ha. Hasil dari luas panen tersebut menyumbang surplus beras Jatim sebesar 3.199 ton. Jadi untuk apa import beras.

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar